Jumlah Pengguna ChatGPT Indonesia Terbanyak Ke-5 Dunia tapi Kekurangan Ahli AI
Jumlah pengguna ChatGPT di Indonesia merupakan yang terbanyak kelima di dunia per Agustus, menurut data SimilarWeb. Namun jumlah talenta di bidang AI Tanah Air termasuk yang terendah di Asia.
“Indonesia tidak hanya ingin menjadi konsumen AI, tetapi mau menjadi pencipta AI. Oleh karena itu, infrastruktur hingga riset dan pengembangan harus mendukung hal itu,” kata Founder sekaligus CEO Twimbit Manoj Menon dalam peluncuran Empowering Indonesia Report 2025, di Jakarta Pusat, Senin (27/10).
Rincian jumlah pengguna ChatGPT secara global dapat dilihat pada Databoks di bawah ini:
Manoj menyoroti jumlah talenta teknis AI di Indonesia kurang dari 100 ribu orang. Angka ini perlu ditingkatkan menjadi 400 ribu pada 2030 guna memenuhi kebutuhan industri. Peningkatan ini diperkirakan memerlukan investasi sekitar US$ 1 miliar atau Rp 16,62 triliun (kurs Rp 16.620 per US$). Rinciannya sebagai berikut:
Sementara itu, dalam hal riset dan pengembangan, Indonesia di posisi terbawah di antara negara-negara Asia, menurut laporan Empowering Indonesia 2025 dari Indosat Ooredoo Hutchison dan Twimbit.
Jumlah publikasi riset AI dari Tanah Air meningkat perlahan sejak 2010, tetapi tidak sebanding dengan lonjakan penelitian di negara tetangga. Rinciannya sebagai berikut:
- Cina: naik dari 500 pada 2000 menjadi lebih dari 10 ribu publikasi pada 2024
- India: naik dari sekitar di bawah 100 menjadi 10 ribu
- Jepang: naik dari 100 menjadi 1.500
- Indonesia: naik dari lima menjadi 1.000
- Malaysia: naik dari 10 menjadi 500
Minimnya riset juga tampak pada ketersediaan dataset bahasa lokal untuk pelatihan AI. Berdasarkan data dari Hugging Face, Indonesia hanya memiliki 757 dataset bahasa lokal, tertinggal dari bahasa Inggris yang mendominasi lebih dari 80% data global.
“Padahal, riset pada large language model (LLM) berbasis bahasa Indonesia dapat membuka peluang besar untuk memperkuat ekosistem AI lokal,” demikian dikutip dari laporan, Senin (27/10).
Meski tertinggal dalam riset, Indonesia menunjukkan kemajuan melalui proyek AI buatan lokal, salah satunya Sahabat-AI, model bahasa besar (LLM) lokal yang dikembangkan oleh GoTo Gojek Tokopedia, Indosat Ooredoo Hutchison, bersama Nvidia.
LLM adalah model AI yang dapat mengenali, memahami, dan menghasilkan bahasa manusia. Teknologi ini mampu memproses teks dalam jumlah besar, memahami konteks, serta memberikan respons seolah-olah berasal dari manusia.
Sahabat-AI adalah mesin kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk memahami Bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah, sekaligus mempertahankan nuansa budaya lokal.
Versi terbarunya, Sahabat-AI v2, memiliki 7 miliar parameter dan mencatat skor akurasi tertinggi di antara model bahasa Indonesia lainnya, yakni 69,52.
Sahabat-AI dilatih dengan platform AI full-stack NVIDIA dan dirancang untuk menghadirkan solusi teknologi bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Selain itu, berbagai universitas terkemuka di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor, serta grup media seperti Republika dan Kompas Gramedia akan turut berkontribusi untuk mengoptimalkan Sahabat-AI sesuai konteks lokal dan relevansi budaya Indonesia.

