Perusahaan Cina Jual Robot Jaga Anak Seharga iPhone 17

Desy Setyowati
5 November 2025, 07:50
Robot cina seharga iphone 17
Noetix
Robot buatan Noetix
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perusahaan-perusahaan Cina mulai menjual robot humanoid, yang berbentuk seperti manusia, dengan harga terjangkau. Noetix Robotocs misalnya, mematok harga 9.998 yuan atau Rp 23,4 juta (kurs Rp 2.345 per yuan) setara harga iPhone 17 Pro di Indonesia.

Noetix Robotics Cina menjual 200 robot humanoid dalam tiga jam pertama saat peluncuran, dan 500 dalam dua hari pertama.

Robot buatan Noetix Robotics Cina itu diberi nama Bumi. Tingginya 94 cm dengan berat sekitar 12 kilogram.

Pendiri Noetix, Jiang Zheyuan mengatakan kepada wartawan dalam acara media baru-baru ini, bahwa hampir semua komponen dikembangkan secara internal, sehingga memangkas biaya.

Robot Bumi dirancang untuk memberikan nilai emosional dengan mendampingi anak-anak, mengajari mereka pemrograman atau membantu mereka belajar bahasa Inggris.

“Margin keuntungannya memang cukup rendah,” kata Jiang Zheyuan kepada wartawan, dikutip dari The New York Times, Minggu (2/11).

Perusahaan Cina itu mengoperasikan sistem produksi multi-pabrik, dengan fasilitasnya di Beijing mampu memproduksi lebih dari 200 unit per bulan.

Pabrik baru di Changzhou, Provinsi Jiangsu, diperkirakan memproduksi 300 unit per bulan pada Desember. Sedangkan fasilitas ketiga yang sedang dibangun dapat menambah 500 unit per bulan.

“Hal itu akan meningkatkan total kapasitas Noetix menjadi lebih dari 1.000 robot per bulan,” kata perusahaan.

Noetix telah menyelesaikan putaran pembiayaan pra-seri B senilai hampir 300 juta yuan untuk mendukung produksi massal.

Robot Jadi Medan Pertempuran Baru Cina dan AS

Robot humanoid menjadi medan pertempuran baru, karena negara-negara ekonomi besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat bersaing untuk mendapatkan supremasi teknologi global.

Perusahaan-perusahaan Cina berlomba-lomba mengembangkan model robot yang lebih murah dan ramah konsumen, serta memproduksinya dalam skala besar.

Booster Robotics yang berkantor pusat di Beijing meluncurkan Booster K1 minggu lalu, humanoid setinggi 95 cm dengan berat sekitar 19,5 kilogram. Harganya 29.900 yuan atau Rp 70 juta.

Pada April, model N2 berperforma tinggi dari Noetix mulai dijual, dengan harga mulai dari 39.900 yuan dan mampu melakukan salto ke belakang, sebuah tolok ukur utama untuk otonomi dan ketangkasan sebuah unit.

Sekitar waktu yang sama, Engine AI yang berbasis di Shenzhen meluncurkan humanoid SA01-nya di platform e-commerce JD.com dengan harga 42.000 yuan.

Unitree Robotics juga memperkenalkan R1 pada akhir Juli, dengan harga sekitar 39.000 yuan. Harganya 60% lebih murah dibandingkan model G1 99.000 yuan yang diluncurkan tahun lalu.

Sebagai perbandingan, robot humanoid jauh lebih mahal di AS. Elon Musk mengatakan robot Tesla dibanderol US$ 20 ribu dan US$ 30 ribu setelah produksi skala penuh tercapai.

Rrobot humanoid Digit dari Agility Robotics awalnya dijual dengan harga sekitar US$ 250 ribu.

Meskipun model Cina tertentu memiliki keunggulan harga yang jelas, banyak orang dalam industri meragukan beberapa strategi penetapan harga.

Jual Murah Robot, Perusahaan Cina ‘Bakar Uang’

He Liang, pendiri produsen robot humanoid yang berpusat di provinsi Jiangsu, mengatakan beberapa perusahaan ‘bakar uang’ untuk mengesankan investor sebelum mencatatkan saham perdana alias IPO.

"Mereka telah menemukan ceruk pasar yang bagus, menyasar pendidikan keluarga dan keperluan rumah tangga, yang mungkin masuk akal bagi perusahaan yang mencoba membuka jalan bagi IPO," ujarnya.

"Namun bagi kami, kami harus memilih strategi dan tetap fokus pada produk nyata untuk klien pariwisata dan industri,” sambung He Liang.

Ketua Shanghai Qingbao Engine Robot Wang Lei mengatakan banyak perusahaan mungkin tidak menghasilkan profit saat ini. “Sebaliknya, mereka meningkatkan skala, mendorong volume, dan mendorong IPO sesegera mungkin,” ujarnya.

"Harganya terlalu rendah, jadi margin kotornya rendah. Setelah memperhitungkan biaya-biaya lain, bisa dipertanyakan apakah mereka untung atau tidak. Itulah mengapa kita tidak bisa berperang harga di bidang robotika, perang harga hanya akan merugikan diri sendiri," Wang Lei menambahkan.

Robot buatan Shanghai Qingbao Engine Robot dihargai sekitar 200 ribu yuan. Perusahaan menghasilkan pendapatan puluhan juta yuan tahun ini.

Model robot untuk konsumen belum mampu menjalankan tugas rumit, seperti perawatan lansia atau layanan rumah tangga. “Masih terlalu dini untuk menilai apakah robot humanoid benar-benar telah memasuki pasar konsumen,” kata orang dalam industri.

Ilmuwan utama di Pusat Inovasi Robot Humanoid Zheijang Xu Xuecheng mengatakan model-model robot yang sudah diluncurkan, terlalu terbatas fungsinya untuk dianggap sebagai humanoid nyata. “Namun masih terlalu mahal untuk dianggap sebagai mainan,” kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...