Deret Fenomena Langit 2026, Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari Total Langka
Fenomena langit seperti Supermoon, hujan meteor, parade planet, pertemuan planet terang, komet baru hingga gerhana Matahari total yang langka akan mewarnai 2026.
Katadata.co.id merangkum fenomena langit yang diperkirakan hadir pada 2026. Berikut rinciannya:
Supermoon Pertama di Awal Tahun
Tahun baru 2026 dibuka dengan bulan purnama Januari yang dikenal sebagai Wolf Moon. Purnama ini sekaligus menjadi supermoon pertama dari tiga supermoon sepanjang tahun. Saat supermoon terjadi, Bulan berada lebih dekat ke Bumi sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dibanding purnama biasa.
Wolf Moon juga tercatat menjadi supermoon keempat berturut-turut, menyusul Harvest Moon pada Oktober, Beaver Moon pada November, dan Cold Moon pada Desember lalu.
Melansir Starwalk Space, bulan purnama super ini akan mencapai puncak kecerahannya pada 2 – 3 Januari di berbagai belahan bumi.
Menurut laman Farmer’s Almanac, purnama Januari disebut Wolf Moon karena diyakini bertepatan dengan musim dingin ketika serigala sering terdengar melolong di sekitar permukiman. Penamaan purnama seperti ini digunakan masyarakat masa lalu untuk menandai pergantian musim dan peristiwa alam penting, serupa dengan istilah Harvest Moon atau Flower Moon.
Supermoon Penutup Tahun, Paling Dekat dengan Bumi
Dua supermoon berikutnya akan hadir pada November dan Desember. Supermoon Desember atau Cold Moon akan menjadi yang paling istimewa di tahun ini, karena Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi sepanjang 2026.
Kedekatan ini membuat Bulan tampak sangat terang dan besar saat terbit, menghadirkan pemandangan dramatis terutama di ufuk timur.
Daftar Supermoon sepanjang 2026 seperti dilansir dari laman Farmer’s Almanac
- Wold Moon (3 Januari 2026)
- Beaver Moon (24 November 2026)
- Cold Moon (24 Desember 2026)
13 Purnama dan Fenomena Blue Moon
Berbeda dari kebanyakan tahun, 2026 akan memiliki 13 kali purnama, bukan 12. Dua purnama terjadi pada Mei, menjadikan purnama kedua dikenal sebagai Blue Moon. Istilah ini tidak merujuk pada warna Bulan, melainkan pada kelangkaan terjadinya dua purnama dalam satu bulan kalender.
Melansir CNN Internasional pada Selasa (31/12), fenomena ini terjadi karena siklus Bulan berlangsung sekitar 29 hari, sementara sebagian besar bulan dalam kalender memiliki 30 atau 31 hari. Akibatnya, sesekali satu bulan “menyimpan” dua purnama, yang rata-rata terjadi setiap dua setengah tahun sekali.
Jupiter di Titik Oposisi, Paling Terang Sepanjang Tahun
Fenomena langit paling menonjol pada Januari adalah Jupiter mencapai oposisi pada 10 Januari 2026. Oposisi terjadi ketika Jupiter berada tepat berseberangan dengan Matahari dari perspektif Bumi, membuatnya tampak paling terang dan besar sepanjang tahun.
Melansir Starwalk Space, Jupiter dapat dilihat dengan mata telanjang sebagai “bintang” terang kekuningan yang tidak berkelip. Dengan teropong atau teleskop kecil, empat satelit Galilea, Io, Europa, Ganymede, dan Callisto, akan tampak mengelilinginya.
Parade Jajaran Enam Planet
Menjelang akhir Februari, langit sore akan menyuguhkan penyelarasan enam planet: Jupiter, Saturnus, Venus, Merkurius, Uranus, dan Neptunus.
Empat planet Jupiter, Saturnus, Venus, dan Merkurius, dapat diamati tanpa alat bantu. Uranus dan Neptunus memerlukan teropong atau teleskop kecil. Fenomena ini tampak sekitar satu jam setelah Matahari terbenam, membentuk garis diagonal dari horizon barat.
Gerhana Bulan Total: Blood Moon Maret 2026
Salah satu fenomena gerhana bulan akan terjadi pada 3 Maret 2026, ketika gerhana Bulan total dapat disaksikan dari Asia, Australia, kawasan Pasifik, hingga Amerika. Saat Bulan sepenuhnya memasuki bayangan Bumi, permukaannya tidak menghilang, melainkan berubah warna menjadi merah tembaga.
Fenomena yang kerap disebut blood moon ini terjadi karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi hanya menyisakan spektrum merah, yang kemudian dipantulkan ke permukaan Bulan. Intensitas warna merah dapat berbeda-beda tergantung kondisi atmosfer dan cuaca.
Gerhana Matahari Cincin di Awal Tahun
Selain gerhana Bulan, 2026 juga menghadirkan gerhana Matahari. Pada Februari, gerhana Matahari cincin akan terjadi di wilayah Antartika.
Gerhana jenis ini muncul ketika Bulan berada di titik terjauh dari Bumi sehingga tidak mampu menutupi Matahari sepenuhnya. Akibatnya, cahaya Matahari membentuk cincin terang yang mengelilingi siluet Bulan, menciptakan efek “cincin api”.
Gerhana Matahari Total Agustus 2026
Puncak fenomena tertuju pada gerhana Matahari total 12 Agustus 2026. Jalur totalitasnya melintasi Greenland, Islandia, Spanyol, Portugal, dan sebagian Rusia. Di wilayah tersebut, Matahari akan sepenuhnya tertutup Bulan selama beberapa menit, membuat siang hari berubah gelap seketika.
Di sebagian besar Eropa, Afrika, dan Amerika Utara, gerhana ini akan terlihat sebagai gerhana sebagian. Meski tidak sepenuhnya gelap, fenomena ini tetap menghadirkan perubahan cahaya yang mencolok. Meski demikian, laman Time and Date, mencatat gerhana matahari total ini tak akan nampak di wilayah Indonesia.
Hujan Meteor Sepanjang Tahun
Tahun 2026 menawarkan banyak hujan meteor. Langit April akan dihiasi hujan meteor Lyrids, disusul Eta Aquariids pada Mei, lalu dua hujan meteor sekaligus pada akhir Juli, yakni Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids. Puncak perhatian tertuju pada Perseids pada Agustus dan Geminids pada Desember.
Berikut adalah jadwal puncak hujan meteor lainnya pada 2026, menurut American Meteor Society.
- Lyrids: 21–22 April
- Eta Aquariids: 5–6 Mei
- Southern Delta Aquariids: 30–31 Juli
- Alpha Capricornids: 30–31 Juli
- Perseids: 12–13 Agustus
- Orionids: 21–22 Oktober
- Southern Taurids: 4–5 November
- Northern Taurids: 11–12 November
- Leonids: 16–17 November
- Geminids: 13–14 Desember
- Ursids: 21–22 Desember
Perseids dan Geminids diprediksi menjadi hujan meteor terbaik tahun ini. Perseids akan mencapai puncak dengan gangguan cahaya Bulan yang minimal, sementara Geminids, yang pada 2025 sempat menghasilkan lebih dari 130 meteor per jam, berpotensi kembali menghadirkan pertunjukan spektakuler setelah Bulan terbenam.
