Internet Rakyat Rp 100 Ribu Aktif Mulai Januari 2026, Ini Cara Daftarnya
Program Internet Rakyat dengan tarif Rp 100 ribu per bulan dijadwalkan aktif secara bertahap mulai Januari hingga Juni 2026. Pada tahap awal, layanan ini akan mencakup tiga wilayah besar, yakni Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
Internet Rakyat menawarkan akses internet unlimited dengan kecepatan hingga 100 Mbps, sehingga langsung menarik perhatian masyarakat, terutama di daerah yang selama ini belum terjangkau jaringan internet kabel atau fiber optik.
Program ini digagas oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melalui anak usahanya PT Telemedia Komunikasi Pratama, perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo. Internet Rakyat dikembangkan berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) yang beroperasi pada frekuensi 1,4 GHz dengan konsep open radio access network (open RAN), serta menggandeng Huawei dalam pengembangannya.
Dengan tarif Rp 100 ribu per bulan, pelanggan bisa menikmati layanan internet tanpa batas kuota dengan kecepatan maksimal 100 Mbps. Modem atau customer premises equipment (CPE) yang digunakan juga mampu terhubung hingga 16 perangkat secara bersamaan.
Layanan ini menyasar berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, mahasiswa dan pelajar, pekerja work from home (WFH), pelaku UMKM, hingga masyarakat di wilayah yang belum memiliki layanan fiber optik.
Berbeda dengan internet kabel konvensional yang memerlukan penarikan jaringan ke rumah pelanggan, teknologi FWAmemungkinkan koneksi internet dikirim secara nirkabel langsung dari stasiun basis ke modem pengguna.
Dengan skema ini, pembangunan jaringan dinilai lebih cepat dan fleksibel, khususnya di wilayah nonperkotaan dan daerah dengan infrastruktur terbatas.
Tahapan Aktivasi Internet Rakyat
Melalui laman resminya, pengelola menyebutkan bahwa layanan Internet Rakyat akan digelar secara bertahap dengan tahapan sebagai berikut:
- Praregistrasi (November–Desember 2025)
Pada tahap ini, masyarakat dapat melakukan pendaftaran awal melalui situs resmi Internet Rakyat untuk mengamankan slot layanan. Calon pelanggan yang melakukan praregistrasi akan masuk dalam daftar prioritas penerima layanan setelah jaringan siap digunakan.
- Instalasi Jaringan dan FWA (Desember 2025–Juni 2026)
Tahap berikutnya difokuskan pada pembangunan jaringan FWA di wilayah Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Pembangunan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas dan stabilitas layanan sebelum digunakan secara luas.
- Distribusi Perangkat dan Aktivasi Komersial (Januari–Juni 2026)
Pada fase ini, penyedia layanan akan mengirimkan perangkat CPE atau modem langsung ke alamat pelanggan yang telah lolos proses verifikasi. Setelah perangkat diterima dan jaringan aktif, layanan dapat langsung digunakan.
Cara Daftar Internet Rakyat Rp 100 Ribu
Pendaftaran layanan Internet Rakyat dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka mytelemedia.id atau internetrakyat.id
- Pilih menu “Pra-Registrasi Sekarang”
- Cek informasi paket dan pilih WiFi Internet Rakyat Rp 100 ribu (30 hari)
- Isi data diri awal, meliputi nama lengkap, email, dan nomor WhatsApp aktif
- Klik “Kirim OTP” dan lakukan verifikasi kode OTP yang dikirim melalui WhatsApp
- Isi data lokasi lengkap, meliputi provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa, kode pos, dan alamat lengkap
- Tambahkan pin lokasi atau titik koordinat melalui peta yang tersedia
- Setujui ketentuan, lalu klik “Registrasi”
Setelah pendaftaran berhasil, data akan diproses dan pengguna akan dihubungi apabila lokasi telah memenuhi cakupan layanan.
Cara Cek Wilayah yang Mendukung Internet Rakyat
Masyarakat dapat mengecek apakah wilayah tempat tinggalnya sudah masuk dalam cakupan layanan Internet Rakyat melalui situs resmi.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs internetrakyat.id melalui ponsel atau komputer.
- Gulir halaman hingga menemukan peta interaktif Indonesia.
- Perhatikan area berwarna merah yang menandakan wilayah yang telah mendukung layanan Internet Rakyat.
Saat ini, cakupan layanan masih terbatas di Pulau Jawa, Maluku, dan Papua, namun perluasan jaringan akan terus dilakukan seiring pembangunan infrastruktur.
Layanan Internet Rakyat merupakan hasil kolaborasi Surge dengan Orex SAI Inc., perusahaan patungan antara dua raksasa teknologi Jepang, NTT DOCOMO dan NEC Corporation. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari upaya pemerataan akses internet nasional.
Program Internet Rakyat juga menggantikan paket internet Telemedia sebelumnya, yang menawarkan paket tujuh hari Rp 29 ribu, 14 hari Rp 49 ribu, dan 30 hari Rp 79 ribu. Dengan skema baru ini, masyarakat mendapat pilihan internet lebih cepat, unlimited, dan terjangkau dengan satu tarif bulanan.
