Mens Rea Tuai Sentimen Positif di Facebook, Instagram, X, Negatif di TikTok

Kamila Meilina
9 Januari 2026, 11:22
Mens Rea, pandji Pragiwaksono
Netflix
Mens Rea
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Acara stand-up comedy Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono menuai lebih banyak sentimen positif di Facebook, Instagram, dan X. Sedangkan di TikTok, didominasi sentimen negatif, menurut analisis percakapan media sosial oleh Drone Emprit.

Founder Drone Emprit Ismail Fahmi menyebut beragam respon netizen terkait Mens Rea menunjukkan bagaimana komedi politik tidak lagi sekedar hiburan, melainkan telah menjadi media refleksi sosial dan politik. 

Dalam unggahan di X, Ismail menilai Mens Rea sebagai contoh ketika komedi berfungsi sebagai cermin politik, tetapi pada saat yang sama memecah opini etika publik terkait dan batas kebebasan berekspresi.

Dalam periode pemantauan selama sebelas hari, Mens Rea memicu hampir 20 ribu percakapan di berbagai platform media sosial serta sekitar 1.000 pemberitaan media online. 

“Total interaksi yang tercatat mencapai lebih dari 117 juta, mencakup like, komentar, retweet, dan bentuk keterlibatan lainnya,” demikian dikutip dari unggahannya di X, Jumat (9/1). 

Skala percakapan itu disebutnya menempatkan Mens Rea tidak hanya sebagai konten hiburan populer, tetapi juga sebagai peristiwa sosial yang memicu diskursus politik, hukum, dan etika di ruang publik digital.

Drone Emprit mencatat adanya perbedaan mencolok antara respons netizen di media sosial dan framing media online. Di media sosial, sekitar dua pertiga percakapan bernada positif.

Publik menilai materi Mens Rea berani, relevan, dan mencerminkan keresahan masyarakat terhadap isu-isu seperti kebijakan publik, hubungan rakyat dan negara, serta praktik kekuasaan.

Sebaliknya, media online cenderung menampilkan sentimen negatif. Lebih dari separuh pemberitaan menyoroti kontroversi yang muncul, seperti tudingan body shaming, memuat komedi etika, dan potensi penegakan hukum.

Fokus pemberitaan lebih banyak diarahkan pada konflik antartokoh dibandingkan substansi kritik politik yang disampaikan dalam pertunjukan tersebut.

Mens Rea Tuai Sentimen Positif di Facebook dan Instagram

Di Facebook, sentimen positif terkait Mens Rea tercatat lebih dari 70%. Percakapan di platform ini didominasi oleh dukungan emosional terhadap Pandji Pragiwaksono dan penghargaan atas keberanian menyampaikan kritik politik secara terbuka.

Berdasarkan analisis sentimen percakapan, Facebook mencatat 71,6% sentimen positif, 21,9% sentimen netral, dan 6,5% sentimen negatif.

Analisis mencatat topik yang dominan di Facebook antara lain:

  • Apresiasi keberanian Pandji menyebut pejabat secara terbuka
  • Kebanggaan atas pencapaian Mens Rea sebagai tayangan nomor satu Netflix
  • Persepsi bahwa materi Pandji 'mewakili suara rakyat biasa'
  • Komedi sebagai pendidikan politik informal

Sementara di Instagram, sentimen positif di kisaran 70,2%, negatif 14,5%, dan netral 15,3%. Namun, karakter percakapan di Instagram lebih menekankan aspek visual dan simbol keberhasilan. 

Topik utama di Instagram meliputi:

  • Mens Rea sebagai Acara TV Nomor 1 Netflix Indonesia
  • Potongan video stand-up yang dianggap “kena” dan mudah dibagikan
  • Pandji sebagai figur publik yang “berani dan konsisten”
  • Kesadaran politik ringan, terutama di kalangan penonton muda

Netizen banyak membagikan potongan video stand-up yang dianggap mengena, serta konsistensi konsistensi Pandji sebagai figur publik. Isu kontroversi muncul, namun tidak mendominasi percakapan.

Sentimen Mens Rea di X dan TikTok Lebih Terpolarisasi

Berbeda dengan Facebook dan Instagram, X menjadi platform dengan tingkat polusi paling tinggi. Meski sentimen positif masih dominan sekitar 63%, X juga menjadi ruang utama bagi kritik keras dan narasi tandingan.

Isu yang banyak diperbincangkan antara lain tudingan body shaming, memuat komedi etika, kekhawatiran kriminalisasi kebebasan berekspresi, hingga kritik terhadap negara dan aparat.

Menurut analisis sentimen percakapan, X mencatat 63% sentimen positif, 15,6% negatif, dan 21,4% netral. 

Topik utama di X berputar pada:

  • Kritik terhadap negara, aparat, dan dinasti politik
  • Isu kebebasan berekspresi dan kekhawatiran kriminalisasi
  • Tuduhan body shaming terhadap fisik Gibran
  • Narasi seragam seperti “Pandji Darurat Ide” dan “Pandji Rusak Komedi”

Di TikTok, sentimen positif tercatat paling rendah dibandingkan platform lain, yakni sekitar 57%, sementara negatif 20,6%, dan netral 20,9%. 

Drone Emprit mencatat, karakter konten yang singkat dan mudah viral membuat potongan-potongan komposit lebih cepat menyebar tanpa konteks utuh. Isu dugaan “intel”, pemanggangan terhadap masyarakat, serta kritik dari tokoh tertentu teramplifikasi secara luas, mendorong eskalasi emosi di kalangan pengguna.

YouTube Jadi Ruang Penjelasan soal Mens Rea

Sementara itu, YouTube menampilkan karakter yang berbeda. Dengan sentimen positif sekitar 57,3%, platform ini menjadi ruang diskusi yang lebih panjang dan reflektif.

Netizen memanfaatkan YouTube untuk membahas ulang konteks materi Mens Rea, isu etika komedi secara lebih mendalam, serta menanggapi tanggapan masyarakat terhadap pertunjukan tersebut.

Fahmi menyebutkan analisis Drone Emprit menyimpulkan bahwa perbedaan sentimen lintas-platform soal Mens Rea menunjukkan bagaimana karakter media sosial membentuk cara publik memaknai satu karya yang sama.

Analisis mencatat harapan yang sebenarnya diinginkan oleh masyarakat yakni kritik yang jujur ​​dan berani, meski tidak selalu nyaman. Selain itu, komedi yang mendidik secara politis dan ruang ekspresi yang tidak langsung dikriminalisasi saat menyentuh perasaan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...