Mens Rea Masih Jadi Konten TV Shows Nomor 1 Netflix, Tuai Beragam Reaksi Netizen

Kamila Meilina
9 Januari 2026, 17:22
Mens Rea, pandji pragiwicaksono,
Bank Saqu
Mens Rea
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Mens Rea masih bertahan di posisi puncak kategori TV Shows Netflix Indonesia hingga hari ini (9/1). Spesial show komika Pandji Pragiwaksono ini menuai beragam reaksi netizen.

Berdasarkan pantauan di platform Netflix, Mens Rea menduduki peringkat pertama kategori TV Show mengungguli sejumlah tayangan populer lain seperti drama Korea Cashero, serial global Stranger Things (episode terakhir), The Walking Dead, hingga anime Sentenced Be a Hero.

Namun Netflix tidak memerinci jumlah penayangan Mens Rea hingga saat ini.

Mens Rea mulai tayang secara global di Netflix sejak 27 Desember 2025 dan ditampilkan tanpa sensor, sehingga dapat disaksikan secara utuh oleh pelanggan platform. 

Tayangan ini merupakan stand up comedy special berdurasi panjang yang menampilkan satu set materi penuh Pandji Pragiwaksono, tanpa potongan ataupun penyuntingan ulang.

Secara terminologis, dilansir dari laman Cornell Law School, Mens Rea merupakan istilah dalam hukum pidana yang merujuk pada pengertian ‘niat jahat’ atau unsur kesengajaan di balik suatu perbuatan. Istilah ini berasal dari bahasa Latin dan menjadi syarat penting untuk mempidanakan seseorang, selain adanya perbuatan fisik atau actus reus yang melanggar hukum. 

Istilah ini kemudian dipilih Pandji sebagai judul pertunjukan untuk menegaskan tema besar yang diangkat, yakni membedah niat, motif, serta perilaku aktor-aktor kekuasaan melalui sudut pandang komedi observasional dan satire politik.

Sebelum hadir di Netflix, Mens Rea lebih dulu dipentaskan secara langsung dalam rangkaian tur di 10 kota besar di Indonesia sepanjang 2025. Pertunjukan puncaknya digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 30 Agustus 2025, yang kemudian direkam dan dikemas ulang menjadi format spesial show untuk platform streaming.

Materi tur tersebut disatukan menjadi satu pertunjukan berdurasi panjang sebelum akhirnya dirilis secara global. Kehadiran di Netflix membuat pesan dan kritik yang disampaikan Pandji menjangkau audiens yang jauh lebih luas, lintas usia, latar belakang, dan bahkan negara.

Sebelum Mens Rea ramai diperbincangkan di media sosial, Pandji lebih dulu menjelaskan alasan penayangan acara itu di platform OTT Netflix dalam unggahan YouTube resminya. 

Ia mengungkapkan bahwa keputusannya menayangkan stand up comedy special Mens Rea di Netflix didasari pertimbangan keberlanjutan platform miliknya, Comica ID, serta kebutuhan untuk berkembang ke level yang lebih besar.

Pandji mengibaratkan Comica ID sebagai ‘warung kecil’ dengan menu andalan yang selama ini sengaja ia pertahankan agar penonton tetap datang. Pada tahap awal, ia menolak tawaran platform besar karena khawatir kehilangan trafik.

Namun, setelah Comica ID berkembang dan menghadapi tantangan teknis serta kebutuhan perombakan besar, Pandji memilih menyewakan materi Mens Rea ke Netflix untuk mendapatkan tambahan dana pengembangan.

“Saya menyewakan ‘menu’ saya ke ‘rumah makan’ besar. Uangnya saya pakai untuk mengembangkan ‘pujasera’ saya,” kata Pandji, dalam video bertajuk Live Membahas Mens Rea di Netflix dan Teror Influencer, Kamis (1/1). 

Mens Rea tercatat sebagai stand up comedy special ke-10 milik Pandji Pragiwaksono, yang selama ini dikenal konsisten mengangkat kritik sosial dan satire politik. Sejumlah materi dalam pertunjukan ini disebut-sebut menyinggung figur politik tertentu, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, meski Pandji tidak secara eksplisit menyebut nama dalam beberapa bagian.

Respons Netizen soal Mens Rea: Viral dan Terbelah

Popularitas Mens Rea di Netflix turut memicu gelombang reaksi netizen di berbagai platform media sosial. Analisis percakapan warganet yang dirangkum oleh Drone Emprit menunjukkan bahwa respons publik terhadap Mens Reac enderung terpolarisasi.

Founder Drone Emprit Ismail Fahmi menyebut fenomena ini menunjukkan bagaimana komedi politik tidak lagi sekadar hiburan, melainkan telah menjadi medium refleksi sosial dan politik. 

Dalam unggahannya di X, Ismail menilai Mens Rea sebagai contoh ketika komedi berfungsi sebagai cermin politik, tetapi pada saat yang sama memecah opini publik terkait etika dan batas kebebasan berekspresi.

Dalam periode pemantauan selama sebelas hari, Mens Rea memicu hampir 20 ribu percakapan di berbagai platform media sosial serta sekitar 1.000 pemberitaan media online. 

“Total interaksi yang tercatat mencapai lebih dari 117 juta, mencakup likes, komentar, retweet, dan bentuk keterlibatan lainnya,” demikian dikutip dari unggahannya di X, Jumat (9/1). 

Analisis percakapan warganet menunjukkan respons yang beragam terhadap Mens Rea di berbagai platform media sosial. Facebook dan Instagram didominasi sentimen positif, masing-masing 71,6% dan 70,2%.

Percakapan soal Mens Rea di Instagram dan Facebook menonjolkan dukungan terhadap Pandji Pragiwaksono, apresiasi atas keberanian menyampaikan kritik politik secara terbuka, serta kebanggaan atas capaian Mens Rea sebagai tayangan nomor satu Netflix Indonesia. 

Di Facebook, materi Pandji kerap dipersepsikan sebagai representasi ‘suara rakyat’ dan bentuk pendidikan politik informal, sementara Instagram lebih menekankan aspek visual, simbol keberhasilan, serta potongan stand-up yang dianggap mengena dan mudah dibagikan, terutama di kalangan penonton muda. 

Sebaliknya, X dan TikTok menunjukkan tingkat polarisasi yang lebih tinggi. Di X, meski sentimen positif masih dominan sekitar 63%, platform ini menjadi ruang utama kritik keras, perdebatan etika komedi, isu kebebasan berekspresi, hingga tudingan body shaming dan narasi tandingan terhadap Pandji. 

Sementara itu, TikTok mencatat sentimen positif terendah, sekitar 57%, karena karakter kontennya yang singkat membuat potongan kontroversial lebih cepat viral tanpa konteks utuh, sehingga isu dugaan “intel”, roasting figur publik, dan kritik dari tokoh tertentu teramplifikasi dan memicu eskalasi emosi pengguna.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...