Taiwan Selidiki 11 Perusahaan Cina karena Rekrut Ahli Cip Secara Ilegal

Desy Setyowati
31 Maret 2026, 06:00
taiwan, cina,
Klook
Taipei
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Taiwan menyelidiki 11 perusahaan Cina atas dugaan perekrutan ilegal talenta semikonduktor dan teknologi tinggi lainnya. Ini sebagai bagian dari upaya membatasi arus keluar teknologi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Beijing.

“Lebih dari 185 agen menggeledah 49 lokasi dan menginterogasi 90 orang bulan ini dalam penyelidikan terkoordinasi yang menargetkan perusahaan-perusahaan Cina yang diduga merekrut engineer Taiwan tanpa izin,” kata Biro Investigasi Taiwan dikutip dari Reuters, Senin (30/3).

Disebutkan bahwa perusahaan-perusahaan Cina yang sedang diselidiki atas dugaan merekrut talenta secara ilegal misalnya, lewat perusahaan cangkang yang didanai asing atau mendirikan kantor tanpa izin.

Hukum Taiwan melarang investasi Cina di beberapa bagian rantai pasokan semikonduktor, termasuk desain cip, serta mensyaratkan peninjauan untuk area lain seperti pengemasan cip. Hal ini menyulitkan perusahaan cip Tiongkok untuk beroperasi secara legal di wilayah itu.

Perusahaan yang sedang diselidiki di antaranya produsen elektronik Huaqin Technology, pembuat perangkat daya portabel Anker Innovations, produsen peralatan semikonduktor dan papan sirkuit tercetak Circuit Fabology Microelectronics Equipment, produsen semikonduktor daya Yangzhou Yangjie Electronic Technology Co Ltd, dan perancang cip SG Micro.

Perusahaan-perusahaan itu belum memberikan tanggapan.

Sementara itu, perebutan talenta dan keahlian di bidang cip oleh Cina semakin intensif seiring dengan upaya Beijing mencapai kemandirian dalam semikonduktor canggih, di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat dengan AS.

Biro Investigasi Taiwan mengatakan bahwa satuan tugas khusus yang dibentuk pada akhir 2020, telah menangani lebih dari 100 kasus serupa yang melibatkan dugaan perekrutan ahli dan aktivitas bisnis ilegal oleh perusahaan-perusahaan Cina.

Taiwan memiliki pemain kunci di industri semikonduktor, yakni Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Dikutip dari Focus Taiwan, pangsa pasar TSMC di pasar foundry global meningkat menjadi hampir 70% tahun lalu, di tengah boomingnya permintaan akan kecerdasan buatan atau AI.

Perusahaan penasihat informasi pasar TrendForce Corp. menyebutkan produsen cip kontrak itumembukukan penjualan US$ 122,54 miliar, naik 36,1% dari tahun sebelumnya. TSMC juga disebut menguasai 69,9% pasar global, meningkat dibandingkan 2024 sebesar 64,4%.

Pesaing terdekat TSMC, Samsung Electronics, berada di posisi kedua. Perusahaan asal Korea Selatan ini mencatatkan penjualan US$ 12,63 miliar, turun 3,9% dari tahun sebelumnya. Pangsa pasar globalnya 7,2%.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...