Meta Danai Pembangunan 7 Pembangkit Gas untuk Penuhi Kebutuhan Data Center

Rahayu Subekti
31 Maret 2026, 10:28
data center, Meta, pembangkit listrik
UPT TI PPDIKTI
Ilustrasi data center
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Meta Platforms mengambil langkah besar untuk memastikan pasokan energi bagi ekspansi pusat data atau data center. Meta akan mendanai pembangunan tujuh pembangkit listrik tenaga gas baru.

Menurut laporan Bloomberg, langkah ini dilakukan Meta di tengah lonjakan kebutuhan daya akibat pesatnya pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Kerja sama yang dilakukan dengan Entergy Corp tersebut akan menopang pusat data Hyperion yang tengah dikembangkan di Louisiana, Amerika Serikat.

“Pengajuan Entergy untuk pembangkit energi baru merupakan salah satu dari beberapa faktor yang dibutuhkan untuk memajukan pengembangan proyek ini,” kata Wakil Presiden Data Center Meta Rachel Peterson dalam pernyataan tertulisnya.

Proyek ini diproyeksikan menjadi fasilitas terbesar milik Meta dengan kebutuhan listrik dalam skala masif. Tujuh pembangkit baru ini akan menambah pasokan sekitar 5,2 gigawatt (GW) listrik.

Jika digabungkan dengan tiga pembangkit yang sebelumnya telah disetujui, total kapasitas listrik yang disiapkan untuk proyek ini akan melampaui 7 GW. Angka tersebut mencerminkan besarnya energi yang dibutuhkan untuk menjalankan infrastruktur AI modern.

Tak hanya membiayai pembangkit, Meta juga akan menanggung pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan transmisi sepanjang sekitar 240 mil atau 386,2 km yang menghubungkan wilayah Louisiana hingga Arkansas. Selain itu juga sistem penyimpanan energi baterai dan peningkatan kapasitas tenaga nuklir.

Sorotan terhadap Komitmen Perusahaan terhadap Lingkungan

Kesepakatan ini muncul di tengah sorotan terhadap konsumsi energi industri teknologi, khususnya terkait lonjakan kebutuhan listrik dari pusat data AI. Pemerintah AS, termasuk Presiden Donald Trump, sebelumnya menekankan agar perusahaan teknologi menanggung biaya energi mereka sendiri agar tidak membebani pelanggan listrik.

Entergy menyatakan skema kerja sama ini dirancang agar Meta menanggung seluruh biaya layanan listriknya. Bahkan, perusahaan utilitas tersebut memperkirakan proyek ini dapat menghasilkan penghematan lebih dari US$2 miliar atau setara Rp 33,9 triliun (kurs Rp 16.993 per dolar AS) bagi pelanggan dalam jangka 20 tahun.

Meski demikian, keputusan untuk mengandalkan gas alam juga memunculkan pertanyaan terkait komitmen lingkungan. Di satu sisi, Meta menyatakan tetap berpegang pada target iklimnya. Di sisi lain, peningkatan penggunaan bahan bakar fosil menunjukkan tantangan nyata dalam menyeimbangkan kebutuhan energi besar dengan ambisi keberlanjutan.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Meta juga berkomitmen mendukung pengembangan hingga 2,5 gigawatt energi terbarukan serta menjajaki pemanfaatan tenaga nuklir di masa depan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...