BDx Kantongi Pinjaman Rp 5,4 T untuk Bangun Pusat Data AI di Asia

Rahayu Subekti
2 April 2026, 15:00
pusat data, BDx Indonesia, data center
Dok. BDx Data Center
Chief Executive Officer (CEO) BDx Data Centers Mayank Srivastava.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

BDx Data Centers meraih pinjaman sindikasi senilai US$ 320 juta atau setara Rp 5,44 triliun (kurs JISDOR Rp 17.002 per dolar AS). Dana segar ini akan digunakan untuk merealisasikan komitmen perusahaan membangun infrastruktur digital, termasuk pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di seluruh Asia.

Pendanaan tersebut berasal dari konsorsium Bank Permata, Bank Central Asia (BCA), dan KB Bank.

“Pendanaan ini merupakan bentuk dukungan yang kuat terhadap visi BDx dan peran kami dalam mendorong pertumbuhan generasi masa depan yang didorong oleh teknologi digital dan AI di Asia,” kata CEO BDx Data Centers Mayank Srivastava, dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (2/4).

Mayank mengatakan perusahaan akan berinvestasi pada infrastruktur pendingin cair yang dioptimalkan untuk kecerdasan buatan atau AI. Selain itu, perusahaan  juga akan membangun platform daya tegangan tinggi dan fasilitas kampus pusat data yang saat ini terus berkembang.

“Kami tengah membangun infrastruktur generasi berikutnya untuk AI Factories yang mendukung beban kerja graphics processing unit (GPU) berkepadatan sangat tinggi,” ujarnya.  

Pengembangan CGK3 di CBD Jakarta

Fasilitas pinjaman ini juga akan mendukung sejumlah inisiatif strategis perusahaan. Termasuk, pengembangan lanjutan CGK3, kompleks pusat data BDx yang berfokus pada AI di kawasan CBD Jakarta yang beroperasi sejak September 2025.

CGK3 dibangun untuk memenuhi peningkatan kebutuhan akan infrastruktur komputasi berkepadatan tinggi. Sebagai salah satu kampus pertama di Jakarta yang menggunakan teknologi liquid cooling, CGK3 dirancang untuk mendukung beban kerja AI canggih dengan kebutuhan daya tinggi milik perusahaan dan penyedia layanan hyperscale.

Selain itu, dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk melakukan refinancing dengan persyaratan yang lebih menguntungkan. Selain itu juga untuk membiayai investasi peningkatan kapasitas jaringan tegangan tinggi di kampus BDx di Jatiluhur (CGK4) dan Suryacipta (CGK5) menjadi 1,2 GVA.

Kampus-kampus tersebut sedang dikembangkan untuk memenuhi permintaan industri yang terus meningkat dari pelanggan hyperscaler dan AI asal Amerika Serikat (AS), serta kawasan regional. Perusahaan menyatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan pasar pertumbuhan digital paling dinamis di Asia Tenggara.

“Investasi BDx pada fasilitas hemat energi yang dirancang untuk ketahanan jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan, sejalan dengan percepatan adopsi AI dan cloud di kawasan ini,” kata Mayank. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...