Setelah Pecahkan Rekor, Artemis II Siap Kembali ke Bumi
Empat astronot dalam misi Artemis II berhasil memulihkan kontak dengan Pusat Pengendalian Misi setelah mengalami gangguan komunikasi selama 40 menit — yang merupakan salah satu yang terpanjang dalam sejarah penerbangan antariksa manusia — saat mereka melintasi bagian belakang Bulan. Menurut NASA, misi Artemis II mencapai jarak terjauhnya dari Bumi dalam misi ini, yang “diperkirakan” sekitar 252.756 mil atau 406.771 km.
Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, bersama dengan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada, menyaksikan fenomena “Earthrise” selama masa kegelapan. Mereka juga melihat fitur-fitur di sisi jauh Bulan yang misterius, yang belum pernah dilihat oleh mata manusia sebelumnya. Para awak juga menikmati gerhana matahari total dari sudut pandang mereka di dalam pesawat ruang angkasa Orion.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menelepon untuk berbicara langsung dengan para astronot setelah misi terbang melintasi Bulan tersebut. “Hari ini kalian telah mencatat sejarah,” ujar Trump, seperti dikutip CNN.
Trump juga mengundang para astronot untuk bertemu dengannya di Ruang Oval, Gedung Putih setelah mereka kembali ke Bumi.
"Saya akan meminta tanda tangan kalian. Saya tidak banyak meminta tanda tangan orang lain, tetapi kalian pantas mendapatkannya," kata Trump.
Astronot Melihat Gerhana Matahari saat Melintasi Bulan
Komandan Artemis II, Reid Wiseman, menceritakan salah satu momen favoritnya selama penerbangan melintasi Bulan setelah Presiden Trump meminta para astronot untuk menceritakan hal-hal yang paling berkesan bagi mereka.
“Kejutan hari ini: Kami baru saja keluar dari gerhana. Kami bisa melihat korona Matahari, lalu melihat barisan planet yang sejajar dengan Mars. Dan kami semua berkomentar betapa bersemangatnya kami menyaksikan bangsa ini dan planet ini menjadi spesies yang menghuni dua planet.”
Astronot NASA Christina Koch mengatakan salah satu momen paling menonjol adalah saat kembali dari sisi jauh Bulan dan melihat sekilas Bumi lagi setelah kehilangan komunikasi selama sekitar 45 menit.
"Hal ini benar-benar mengingatkan kita betapa istimewanya tempat yang kita miliki dan betapa pentingnya bagi bangsa kita untuk berupaya memimpin, bukan sekadar mengikuti, dalam menjelajahi angkasa luar,” kata Koch.
Christina Koch, yang menjadi wanita pertama dalam sejarah yang berhasil melakukan penerbangan melintasi Bulan, mengatakan kepada Kepala NASA Jared Isaacman bahwa ia sudah mulai terbiasa dengan kehidupan di luar angkasa.
“Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan — betapa cepatnya waktu berlalu. Saya belum siap pulang,” kata Koch.
Dia juga memuji kinerja pesawat ruang angkasa Orion saat dia berkesempatan mengemudikan kendaraan tersebut secara manual, dan menyebutnya sebagai salah satu aspek paling mengejutkan dari misi ini sejauh ini.
“Betapa presisinya algoritma kendali dan melihat responsnya saat kami sengaja mematikan beberapa mesinnya,” katanya. Ia merujuk pada uji coba di mana pesawat ruang angkasa Orion secara sengaja mematikan beberapa mesinnya agar awak dapat menilai bagaimana pesawat ruang angkasa tersebut akan terbang dalam skenario di mana beberapa mesin berhenti berfungsi.
“Sungguh luar biasa berada di dalam pesawat ruang angkasa antariksa dan mengendalikannya secara manual,” katanya.
Para astronot kini memulai perjalanan pulang mereka setelah menjelajah angkasa lebih jauh daripada siapa pun sebelumnya, memecahkan rekor tahun 1970 yang dicetak oleh Apollo 13.
