Danantara Dorong Adopsi AI di 6 Industri Prioritas: Pertanian hingga Pertahanan

Rahayu Subekti
15 April 2026, 17:51
danantara, bumn,
Youtube Katadata
Ricardo Irwan Rei, Managing Director, Strategic Technology Initiatives, Danantara dalam One on One Session \"The Growth Catalyst: From Innovation to Solution\" bersama Pemimpin Redaksi Katadata Yura Syahrul, di IDE Katadata Future Forum 2026 di Djakarta Theater, Rabu (15/4).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Danantara mendorong transformasi Badan Usaha Milik Negara atau BUMN pada penguatan enam sektor industri prioritas. Teknologi kecerdasan buatan atau AI dan machine learning diharapkan bisa diimplementasikan pada setiap industri prioritas ini.

Managing Director Strategic Technology Initiatives Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Ricardo Irwan Rei menegaskan bahwa untuk mendorong realisasi transformasi itu, instansi menekankan pentingnya kolaborasi luas, termasuk dengan perguruan tinggi dan lembaga riset nasional. Sinergi menjadi kunci untuk mempercepat perubahan.

Nggak mungkin kami bekerja sendirian. Ya sama seperti orkestrasi besar, selama ini kecenderungannya kami ‘bernyanyi’ sendiri-sendiri. Kita jago tetapi terkadang lupa bahwa dalam proses bekerja itu juga ada pihak lain yang sebenarnya bisa diajak bersama-sama untuk saling memperkuat,” kata Irwan dalam acara Innovation Data Economy (IDE) Katadata Future Forum 2026 di Jakarta, Rabu (15/4). 

Enam sektor prioritas yang dimaksud yakni, pertama, energi terbarukan. Kedua, pertanian, pangan, dan kesehatan.

“Bagaimana meningkatkan produksi pertanian dua sampai tiga kali lipat. Begitu juga memperkuat industri farmasi,” ujar dia.

Ketiga, advanced materials, semikonduktor dan sebagainya. Keempat, pertahanan. Kelima, telekomunikasi dan konektivitas. Terakhir, financial technology alias fintech.

Irwan menambahkan, teknologi AI dan machine learning bisa diimplementasikan pada setiap industri prioritas tersebut. “Di mana letak AI dan machine learning-nya? Itu across industry,” Irwan menambahkan. “Intinya, kami satu keluarga di Indonesia, kami punya BUMN yang diharapkan diperkuat dan bagaimana teknologi bisa membantu. Jadi sinerginya perlu kami perkuat.”

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...