DetectMe Bisa Bantu Pantau Janin Jarak Jauh, Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi

Ajeng Dwita Ayuningtyas
15 April 2026, 19:04
Beberapa universitas bersama pelaku industri kesehatan mengembangkan alat kesehatan bernama DetectMe. Alat ini dirancang untuk membantu ibu hamil memantau kondisi kehamilan melalui aplikasi sekaligus membantu tenaga kesehatan memantau ibu hamil dari jauh.
detectme.id
Beberapa universitas bersama pelaku industri kesehatan mengembangkan alat kesehatan bernama DetectMe. Alat ini dirancang untuk membantu ibu hamil memantau kondisi kehamilan melalui aplikasi sekaligus membantu tenaga kesehatan memantau ibu hamil dari jauh.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Beberapa universitas bersama pelaku industri kesehatan mengembangkan alat kesehatan bernama DetectMe. Alat ini dirancang untuk membantu ibu hamil memantau kondisi kehamilan melalui aplikasi dalam ponsel. Data kesehatan tersebut juga dapat dipantau secara real time oleh tenaga kesehatan dari jarak jauh.

DetectMe merupakan inovasi dari proyek ULTRALIGHT, yang adalah proyek kolaborasi antara Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Telkom University, Poltekkes Kemenkes Kupang, PT Xirka Darma Persada, RS Hasan Sadikin, dan University of Newcastle Australia yang dinaungi oleh KONEKSI.

Alat ini mengintegrasikan perangkat sensor dengan aplikasi di ponsel, juga dasbor digital yang bisa dipantau tenaga kesehatan. Sensor ditempatkan pada perut ibu hamil untuk menangkap sinyal listrik. Sensor terhubung ke aplikasi melalui bluetooth. Sistem ini merekam detak jantung janin sebagai indikator utama kesehatan janin.

“Setelah terekam, bidan di desa bisa memantau secara real time denyut jantung janin, suhu dan nadi ibu, serta perkembangan kontraksi dan gerakan janin,” kata Restuning Widiasih, peneliti Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, dalam Katadata IDE Forum 2026 di Jakarta, Rabu (14/4).

Data real time tersebut membantu tenaga kesehatan mengambil keputusan lebih cepat dan memberikan penanganan yang tepat saat terdeteksi masalah pada janin.

Inovasi ini dilatarbelakangi kesenjangan akses ke tenaga kesehatan dan teknologi kesehatan untuk pemantauan kesehatan ibu hamil, terutama di wilayah dengan angka kematian ibu dan anak masih relatif tinggi, seperti seperti Ambon, Garut, dan Nusa Tenggara Barat.

“Masih banyak ibu yang harus menempuh jarak jauh, sementara akses dan komunikasi dengan tenaga kesehatan belum maksimal,” ujar Restuning.

Tantangan Adopsi Perangkat

Ketua Umum Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia Randy Teguh mengatakan, inovasi alat kesehatan belum bisa diterapkan secara luas dan optimal karena inovator, pelaku industri, dan pemerintah masih bergerak sendiri-sendiri. “Masalahnya memang kolaborasinya perlu diperkuat,” kata dia.

Perangkat seperti DetectMe, menurut dia, sejatinya diadopsi pemerintah sebagai bentuk layanan kesehatan untuk masyarakat, terutama yang berada di daerah dengan akses kesehatan terbatas. Namun, prinsip efisiensi yang diterapkan pemerintah seringkali menghambat adopsi teknologi kesehatan semacam ini.

Di sisi lain, adopsi perangkat ini oleh swasta bisa jadi terbentur perhitungan keuntungan.

 
 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...