Profil John Ternus, CEO Baru Apple yang Gantikan Tim Cook

Agustiyanti
21 April 2026, 07:55
CEO Apple, Apple
Youtube/Apple
Ternus akan resmi menjabat sebagai CEO Apple pada 1 September 2o26.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Apple menunjuk John Ternus sebagai kepala eksekutif atau CEO baru mereka, menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.

Ternus, yang  bergabung dengan Apple sejak 2001, saat ini memimpin divisi rekayasa perangkat keras. Ia akan mengambil alih jabatan tersebut pada 1 September 2o26. Sedangkan Cook akan tetap menjabat sebagai kepala eksekutif hingga musim panas untuk bekerja sama dengan Ternus selama transisi.

Profil John Ternus

Cook menggambarkan Ternus sebagai seorang eksekutif  "visioner" dengan pikiran seorang insinyur,  dan jiwa seorang inovator.  Ternus kini berusia 50 tahun, seusia dengan Cook ketika ia pertama kali menjadi CEO Apple.

Mengutip BBC, Ternus telah mengerjakan hampir semua produk utama yang dirilis perusahaan, termasuk setiap generasi iPad, banyak generasi iPhone, dan peluncuran AirPods dan Apple Watch selama berkerja seperempat abad di raksasa teknologi ini. 

Ia juga mengawasi transisi prosesor komputer Mac ke silikon buatan Apple sendiri.

Ternus juga pernah bekerja di bawah Jobs. Dalam sebuah pernyataan pada Senin (20/4), ia menyebut Cook sebagai "mentornya."Saya dipenuhi optimisme tentang apa yang dapat kita capai di tahun-tahun mendatang," kata Ternus.

Apple telah dikritik selama masa jabatan Cook karena dinilai tak lagi cukup inovatif. Kehadiran Ternus diharapkan membantu Apple menavigasi lanskap teknologi yang telah berubah drastis akibat AI. Perusahaan ini telah  kehilangan gelarnya sebagai perusahaan paling berharga di dunia, disalip olej Nvidia (NVDA.O).

Ia juga telah membantu mempertajam perbedaan di antara lini produk Apple, dengan memperkenalkan model "Pro" dari Mac dan iPhone yang mendorong kemampuan teknologi dan harganya ke level yang lebih tinggi. Ternus pula yang memperkenalkan penawaran seperti MacBook Neo dan model iPhone "e" dengan harga terendah yang pernah ditawarkan Apple.

Ternus harus menangkis pengaruh Nvidia, yang telah mengumumkan komputer pribadinya sendiri dan sedang mengerjakan chip yang dapat mendukung laptop, serta para pesaing seperti Meta Platforms (META.O), yang kacamata augmented reality-nya telah menjadi hit dan menyaingi headset Vision Pro milik Apple.

"Promosi Bapak Ternus menunjukkan bahwa perusahaan akan fokus pada perangkat keras baru seperti ponsel lipat, kacamata, perangkat VR, dan pin AI," kata Gil Luria, direktur pelaksana D.A. Davidson & Co.

Tantangan terbesar yang akan dihadapi Ternus adalah bagaimana mengintegrasikan AI ke dalam iPhone dan seluruh jajaran produk Apple lainnya. Awal tahun ini, Apple mencapai kesepakatan dengan pesaing lamanya di bidang ponsel pintar, Google (GOOGL.O), untuk menggunakan Gemini milik Google dalam upaya meningkatkan asisten virtual Siri.

Meskipun memperkenalkan bentuk kecerdasan buatan ke imajinasi publik pada 2011 dengan Siri, Apple belum mencetak kesuksesan produk perangkat keras atau perangkat lunak yang berpusat pada teknologi AI baru. Sedangkan pesaing baru seperti OpenAI telah menarik ratusan juta pengguna.

"Saya memperkirakan tantangan dan upaya terbesarnya akan difokuskan pada penyusunan cerita dan penawaran AI yang lebih baik yang lebih bergantung pada kemampuan Apple sendiri dan kurang bergantung pada pihak ketiga," kata Bob O'Donnell, kepala perusahaan konsultan teknologi TECHAnalysis Research.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...