Elon Musk Luncurkan XChat Pesaing WhatsApp, Tidak Perlu Nomor HP

Rahayu Subekti
27 April 2026, 15:08
ELON MUSK, WHATSAPP, XChat
ChatGPT, Katadata/Desy Setyowati
Ilustrasi XChat
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perusahaan milik Elon Musk resmi meluncurkan XChat, pesaing WhatsApp, di iOS pada 24 April waktu Amerika Serikat (AS). Jika sudah memiliki akun X, pengguna bisa mencoba XChat.

Kepala Bagian Privasi dan Perlindungan Data Global di Netskope, perusahaan keamanan siber, Neil Thacker mengatakan, XChat menawarkan jaminan privasi yang serupa dengan WhatsApp.

“WhatsApp menggunakan enkripsi end to end, tetapi masih mengumpulkan metadata dan membagikan beberapa data dalam ekosistemnya yang lebih luas,” kata dia dikutip dari Forbes, Senin (27/4).

Mitra di Freeths yang berspesialisasi dalam hukum informasi dan teknologi, serta data, Luke Dixon mengatakan XChat memiliki satu keunggulan dibandingkan WhatsApp, yaitu tidak memerlukan nomor telepon pengguna.

“Meskipun demikian, seperti yang Anda harapkan dari layanan yang sudah mapan, WhatsApp merupakan platform yang lebih matang dengan tingkat adopsi pengguna yang sangat tinggi. XChat masih harus banyak mengejar ketertinggalan dalam hal itu,” ujar Dixon.

CEO dan pendiri Endor Labs Varun Badhwar mengatakan, XChat memerlukan akun X yang sudah ada. Oleh karena itu, identitas, informasi perangkat, IP, dan riwayat perilaku di X sudah menjadi bagian dari data yang diolah XChat.

Apa Saja Data yang Dikumpulkan XChat?

Menurut Badhwar, ada dua hal yang menonjol. Kunci tersimpan di server X. X menyimpan kunci enkripsi pribadi pengguna di infrastrukturnya sendiri, yang dilindungi oleh PIN empat digit.

“X telah mengakui bahwa arsitektur ini dapat memungkinkan 'orang dalam yang jahat atau X sendiri' untuk mengakses percakapan. Itu pengakuan yang luar biasa, dan itu berarti klaim enkripsi end to end bergantung pada kebijakan X, bukan pada perhitungan matematis,” kata Badhwar.

Pada saat yang sama, metadata gambar tidak dihilangkan. Laporan menunjukkan bahwa gambar yang dikirim melalui XChat mempertahankan koordinat GPS dan detail kamera.

“Jadi, meskipun konten pesan dienkripsi, foto yang dibagikan dapat membocorkan lokasi dan sidik jari perangkat Anda,” Badhwar memperingatkan.

Dixon mengatakan, meskipun XChat mengenkripsi isi pesan, Pemberitahuan Privasi Aplikasi mengungkapkan bahwa aplikasi ini mengumpulkan ‘beberapa jenis data’, termasuk metadata dan aktivitas penggunaan.

Hal itu berdampak pada privasi pengguna. “Misalnya metadata mengungkapkan dengan siapa pengguna berkomunikasi, kapan, dan berapa lama. Aktivitas penggunaan mencakup catatan interaksi produk, riwayat pencarian, dan informasi yang mengungkapkan bagaimana Anda menggunakan aplikasi,” ujar dia.

Di AS, tidak ada standar privasi federal. Undang-Undang Privasi Konsumen California memberikan beberapa hak kepada pengguna di sana, tetapi tidak ada yang sebanding dengan Peraturan Perlindungan Data Umum Inggris yang memaksa X untuk mengungkapkan penerima pihak ketiga atau tujuan pemrosesan.

“Di Inggris dan Uni Eropa, XChat akan menghadapi lingkungan peraturan yang sangat berbeda. GDPR mewajibkan pengungkapan dasar hukum, periode penyimpanan, dan berbagi data dengan pihak ketiga,” kata Badhwar.

Namun X telah berkonflik dengan regulator Eropa. Komisi Perlindungan Data Irlandia menyelidiki penggunaan data pengguna oleh X untuk melatih Grok, dan X setuju untuk menangguhkan pemrosesan data pengguna Uni Eropa/Kawasan Ekonomi Eropa secara permanen.

Data XChat Apa yang Dibagikan dan Dengan Siapa?

Neil Thacker mengatakan, XChat membagikan data akun, penggunaan, dan perangkat dengan pihak ketiga, termasuk penyedia layanan, mitra, dan berpotensi juga pengiklan.

“Ini dapat mencakup detail kontak, data aktivitas, dan metadata komunikasi,” kata Thacker.

Data juga dapat diungkapkan kepada pihak berwenang jika diwajibkan secara hukum. Setelah data dibagikan, pengguna memiliki visibilitas dan kendali terbatas atas bagaimana data tersebut digunakan, sehingga meningkatkan risiko pembuatan profil, pelacakan, dan penyalahgunaan.

Sementara itu, Badhwar mengatakan metadata tentang siapa berbicara dengan siapa, kapan, seberapa sering, dari mana, tidak dienkripsi di platform perpesanan arus utama mana pun, termasuk XChat.

Kebijakan privasi X yang lebih luas juga sudah mengizinkan berbagi data pengguna dengan ‘kolaborator’ pihak ketiga, kecuali pengguna memilih untuk tidak ikut serta.

Penerima itu bebas menggunakannya untuk tujuan mereka sendiri, termasuk melatih model AI. “Ini penting karena XChat berada di bawah naungan perusahaan yang sama dengan Grok,” kata Badhwar.

Jika Akun X Diretas, maka XChat Ikut Diretas

Badhwar mengatakan pengguna bisa meningkatkan privasi di XChat, tetapi ‘dalam batasan yang wajar’. Dia merekomendasikan langkah-langkah praktis seperti menghapus metadata dari foto sebelum mengirim atau menggunakan aplikasi kamera yang berfokus pada privasi atau pembersih metadata.

Tips lainnya yakni mengaktifkan fitur pesan yang menghilang melalui fitur menghilang lima menit di XChat.

“Jangan biarkan akun X menjadi jangkar identitas Anda untuk percakapan sensitif,” kata Badhwar. “Jika akun X Anda diretas, XChat juga akan diretas.”

XChat memberi pengguna kemampuan untuk mengaktifkan enkripsi dalam pesan pribadi dengan memilih ikon gembok, yang menunjukkan komunikasi terenkripsi end to end.

Mereka juga dapat mengakses, mengoreksi, atau memodifikasi informasi yang diberikan dengan mengedit profil mereka dan menyesuaikan pengaturan akun mereka.

Pengguna memiliki kendali melalui pengaturan, tetapi X memberikan informasi kepada pihak ketiga tertentu untuk menjalankan produk dan layanannya.

“X juga dapat berbagi informasi dengan pihak ketiga yang menjalankan fungsi dan menyediakan layanan atas namanya, termasuk pihak yang membantu X memahami penggunaan layanannya,” ujar Dixon.

Menurut Dixon, aplikasi ini juga menyertakan mekanisme untuk memblokir tangkapan layar atau memberi peringatan kepada pengguna jika ada upaya pengambilan tangkapan layar.

Manajer Strategi Senior di Jamf Adam Boynton meengatakan, XChat sama seperti yang berlaku untuk setiap aplikasi perpesanan. "Pastikan sistem operasi (OS) selalu terbaru, pertimbangkan dengan cermat perangkat mana yang ditautkan ke akun Anda, dan ingat bahwa metadata menceritakan sebuah kisah bahkan ketika isi pesan dienkripsi,” ujar dia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...