Perbandingan Internet Rakyat dan MyRepublic Air, 100 Mbps Hanya Rp 100 Ribu

Rahayu Subekti
28 April 2026, 06:50
Internet Rakyat, MyRepublic air, internet 100mbps 100 ribu,
ChatGPT, Katadata/Desy Setyowati
Internet Rakyat dan MyRepublic
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Setidaknya ada dua perusahaan yang menyediakan layanan internet berkecepatan 100 Mbps hanya Rp 100 ribu per bulan, yakni anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Telemedia Komunikasi Pratama dengan nama Internet Rakyat dan PT Eka Mas Republik melalui layanan MyRepublic Air. Berikut perbedaannya.

Internet Rakyat

WIFI atau Surge resmi meluncurkan paket Internet Rakyat pada Februari. Perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo ini berfokus pada keterjangkauan ekstrem, untuk menyasar masyarakat yang selama ini terhambat oleh mahalnya biaya langganan bulanan.

Surge yang memenangkan lisensi di Region 1 atau mencakup Jawa, Papua, dan Maluku, memanfaatkan jalur kereta api sebagai tulang punggung serat optik untuk menyalurkan internet melalui teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA).

Ketersediaan jaringan terintegrasi memungkinkan efisiensi distribusi bandwidth antar-kota dan desa di Pulau Jawa serta perluasan konektivitas hingga Papua dan Maluku.

Berdasarkan laman resmi, Internet Rakyat tersedia di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

WIFI bekerja sama dengan OREX SAI Inc, yang berbasis di Jepang, untuk menggelar layanan Akses Nirkabel Tetap alias FWA 5G berbasis Open RAN 1,4GHz di seluruh Indonesia.

OREX SAI Inc. adalah perusahaan patungan antara NTT DOCOMO, INC. dan NEC Corporation. Sedangkan WIFI atau Surge baru saja menang lelang penggunaan pita frekuensi radio 1,4 GHz oleh Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi tahun lalu.

Lewat kerja sama itu, Surge atau WIFI akan menggelar FWA 5G berbasis Open Radio Access Network (RAN) 1,4GHz di seluruh Indonesia. Kemitraan ini bertujuan memperluas konektivitas internet berkecepatan tinggi yang terjangkau bagi masyarakat yang belum dan kurang terlayani.

MyRepublic Air

MyRepublic resmi meluncurkan layanan internet rumahan berbasis teknologi 5G FWA bernama MyRepublic Air pada awal Februari. Harga layanan ini mulai dari Rp 100 ribu per bulan, dengan kecepatan akses hingga 100 Mbps.

Layanan itu mulai tersedia secara komersial di Pekanbaru, Lampung, Makassar, dan Bali untuk tahap pertama.

MyRepublic Air menawarkan dua skema penggunaan perangkat, yakni kepemilikan dan rental atau peminjaman. Skema rental dibanderol Rp 115 ribu per bulan dengan biaya sewa modem Rp 15 ribu per bulan. Sedangkan skema beli putus mematok harga modem Rp 850 ribu dengan biaya berlangganan Rp 100 ribu per bulan.

Keduanya menghadirkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps tanpa batas kuota alias tanpa FUP.

MyRepublic juga menggandeng perusahaan teknologi asal Cina, ZTE pada Februari, untuk menghadirkan MyRepublic Air, di Indonesia, khususnya di area luar Pulau Jawa.

"Kemitraan ini diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem broadband (pita lebar) yang lebih tangguh dan inklusif, mendorong pertumbuhan digital yang berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pelaku usaha di berbagai wilayah," ujar Presiden Direktur ZTE Indonesia Richard Liang dalam keterangan pers.

Sementara itu, CTO MyRepublic Indonesia Hendra Gunawan mengatakan inisiatif ini diharapkan mampu menyediakan akses internet yang andal dan dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal.

MyRepublic Air akan memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz, yang memungkinkan penyediaan layanan broadband yang efisien di wilayah dengan tingkat kepadatan menengah hingga rendah.

Sebagai mitra teknologi, ZTE akan menghadirkan solusi jaringan end-to-end yang mencakup RAN, Customer Premises Equipment (CPE), jaringan inti (core network), wireless backhaul, serta sistem kelistrikan.

Kolaborasi yang diberi nama Project Ascend ini akan menyediakan layanan broadband nirkabel berkecepatan tinggi ke berbagai wilayah di luar pusat perkotaan, meliputi wilayah di luar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti, Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...