Roblox Hapus Fitur Chat Anak, Komdigi Sebut Indonesia Jadi yang Pertama di Dunia
Roblox resmi mewajibkan pengguna untuk melakukan verifikasi usia di Indonesia dan menghapus fitur chat untuk anak. Kementerian Komunikasi dan Digital alias Komdigi mengatakan pembatasan ini menjadikan Indonesia yang pertama mengatur game untuk anak.
“Ini menjadi aturan game pertama mungkin di dunia, karena negara-negara lain melakukan penundaan akses akun anak hanya kepada sosial media. Indonesia yang pertama mengenakannya terhadap gim,” kata Menteri Komdigi Meutya Hafid saat konferensi pers di kantornya di Jakarta, Kamis (30/4).
Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, Cina juga mengatur anak bermain gim, namun hanya dari sisi durasi dan waktunya.
Sementara itu, Meutya menyampaikan bahwa bentuk kepatuhan Roblox terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), setidaknya ada tiga. Pertama, menghapus fitur chat untuk anak di bawah 16 tahun.
"Termasuk ada kemungkinan pengguna di atas 16 tahun, jika tidak melakukan verifikasi wajah, maka otomatis akan dimatikan fitur chat-nya," kata Meutya. Hal ini karena akun yang tidak melakukan verifikasi usia, otomatis dikategorikan sebagai pengguna anak.
Akan tetapi, Roblox menjelaskan bahwa fitur chat dihapus untuk Roblox Kids bagi pengguna umur lima hingga 12 tahun. Sedangkan untuk Roblox Select bagi pengguna usia 13 hingga 15 tahun, tidak akan ada chat dengan orang asing atau tidak dikenal.
“Ada banyak sekali orang tua, dan juga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang mengatakan bahwa yang membahayakan bagi anak-anak salah satunya adalah fitur komunikasi dengan orang tak dikenal. Ini terjadi, misalnya rekrutmen dari radikalisasi anak,” Meutya menambahkan.
Kedua, Roblox membedakan gim untuk pengguna di bawah 13 tahun, 13 – 16 tahun, dan di atas 16 tahun. “Jadi, game yang dilihat akan berbeda,” kata dia.
Ketiga, Roblox berupaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gim dengan cara menyediakan fitur pengaturan waktu bermain atau screen time yang dapat dikendalikan oleh orang tua.
“Kami mengapresiasi Roblox yang mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia ini,” ujar Meutya.
Global Head of Public Policy Roblox Nicky Jackson Colaco pun menyampaikan, perlindungan terhadap pengguna anak-anak di Indonesia merupakan yang paling ketat. “Yang kami umumkan ini adalah salah satu perlindungan yang paling ketat yang kami tawarkan di seluruh dunia, dan ini berlaku di Indonesia,” kata dia dalam acara yang sama.
Roblox mengembangkan dua jenis akun untuk pengguna di Indonesia mulai Juni, yakni Roblox Kids dan Roblox Select. Khusus di Indonesia, Roblox Kids ditetapkan untuk pengguna berusia lima sampai 12 tahun dan Roblox Select untuk pengguna berusia 13 hingga 15 tahun.
Dengan adanya jenis akun baru ini, Roblox akan menyelaraskan akses konten, pengaturan komunikasi, serta kontrol orang tua dengan usia pengguna. Saat ini, judul-judul gim yang tersedia untuk pengguna di bawah 16 tahun juga tengah dikurasi.
Langkah Roblox ini merupakan kelanjutan dari upaya yang sudah sudah dimulai pada tahun ini, yakni menjadi platform gim daring pertama yang mewajibkan pengecekan usia berbasis verifikasi wajah.
"Akun ini akan dikustomisasi secara khusus untuk Indonesia dan sepenuhnya berkomitmen PP Tunas, dengan katalog permainan yang sangat terbatas, berdasarkan budaya Indonesia dan norma Indonesia," kata Nicky dalam acara yang sama. Oleh karena itu, fitur chat yang awalnya tetap disediakan di akun Roblox Kids dan Roblox Select, akhirnya ditiadakan guna mematuhi PP Tunas.
"Kami akan memulai proses pemindahkan 23 juta akun kurang dari 16 tahun di Indonesia ke antara Roblox Kids atau Roblox Select," Nicky menambahkan.
