Meta Pakai AI Baca Struktur Tulang, Akun Anak di Bawah 13 Tahun Bisa Diblokir
Meta mulai menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk mendeteksi pengguna di bawah umur di platform Facebook dan Instagram. Teknologi tersebut mampu menganalisis petunjuk visual seperti tinggi badan hingga struktur tulang dari foto dan video pengguna.
“Ini bukan pengenalan wajah. AI kami melihat tema umum dan petunjuk visual, misalnya tinggi badan atau struktur tulang untuk memperkirakan usia umum seseorang. AI tidak mengidentifikasi orang tertentu dalam gambar tersebut,” kata Meta dalam pernyataan di situs resminya, dikutip Kamis (7/5).
Langkah ini diumumkan Meta sebagai bagian dari upaya memperketat perlindungan anak-anak di platform media sosial mereka. Perusahaan menyebut sistem AI itu dirancang untuk mengidentifikasi akun yang diduga dimiliki anak di bawah usia 13 tahun.
Sebab, kelompok usia tersebut tidak diizinkan menggunakan layanan Meta sehingga dapat diblokir. Sementara di Indonesia, Meta juga sudah berkomitmen untuk Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Ini berarti, anak usia di bawah 16 tahun tidak bisa mengakses dan membuat akun di Instagram maupun Facebook.
Menurut laporan TechCrunch, Rabu (6/5), Meta juga menggunakan AI untuk membaca petunjuk kontekstual dari aktivitas akun. Sistem akan memeriksa unggahan, komentar, bio, hingga keterangan foto yang mengandung indikasi usia, seperti perayaan ulang tahun atau penyebutan jenjang sekolah.
Menurut Meta, kombinasi analisis visual dan teks tersebut dinilai dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menemukan akun pengguna di bawah umur yang lolos saat registrasi.
“Jika kami menentukan bahwa sebuah akun mungkin di bawah umur, akun tersebut akan dinonaktifkan dan pemilik akun perlu memberikan bukti usia melalui proses verifikasi usia kami untuk mencegah penghapusan akun mereka,” kata Meta.
Teknologi Analisis Visual Diterapkan di Sejumlah Negara
Teknologi analisis visual ini saat ini sudah diterapkan di sejumlah negara dan akan diperluas secara bertahap ke lebih banyak wilayah. Meta juga berencana memperluas penggunaannya ke fitur lain seperti Instagram Live dan Grup Facebook.
Pengumuman tersebut muncul beberapa minggu setelah Meta mendapat tekanan hukum terkait isu keselamatan anak. Pengadilan di negara bagian New Mexico sebelumnya menjatuhkan denda perdata sebesar US$ 375 juta atau setara Rp 6,53 triliun (kurs Rp 17.405 per dolar AS) kepada Meta karena dianggap menyesatkan konsumen terkait keamanan platform dan membahayakan anak-anak.
Di saat yang sama, Meta juga memperluas fitur Teen Accounts di Instagram ke 27 negara Uni Eropa dan Brasil. Fitur ini secara otomatis menempatkan remaja ke mode akun dengan perlindungan tambahan, seperti pembatasan pesan langsung, penyaringan komentar berbahaya, dan pengaturan akun privat secara default.
Meta juga mulai menghadirkan teknologi serupa di Facebook untuk pengguna di Amerika Serikat, sebelum diperluas ke Inggris dan Uni Eropa mulai Juni 2026.
