Induk Instagram PHK Lagi 8 Ribu Karyawan Saat Belanja AI Tembus Rp 2.561 Triliun

Rahayu Subekti
19 Mei 2026, 10:08
Induk Facebook, Meta, instagram, phk,
Boston University
Induk Facebook, Meta
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Meta kembali melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK massal di tengah agresivitas perusahaan memperluas investasi kecerdasan buatan (AI). Induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini akan memangkas sekitar delapan ribu karyawan atau sekitar 10% tenaga kerjanya secara global mulai Rabu (20/5) waktu setempat.

Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan lonjakan belanja modal Meta untuk pengembangan AI yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 145 miliar atau sekitar Rp 2.561 triliun (kurs Rp 17.666 per dolar AS).

Dalam memo internal perusahaan pada April 2026, Meta menyebut pengurangan karyawan merupakan bagian dari upaya menjalankan perusahaan lebih efisien. Hal ini sekaligus memberi ruang bagi investasi lain, termasuk AI.

PHK kali ini melanjutkan rangkaian efisiensi yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Meta juga memangkas sekitar seribu pegawai di divisi Reality Labs pada Januari dan ratusan pekerja lain pada Maret 2026.

Jika ditotal, sejak 2022 perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu telah memangkas puluhan ribu pekerja. Saat pertama kali melakukan PHK besar pada 2022, Zuckerberg sempat mengakui kesalahan perusahaan karena merekrut terlalu banyak pegawai selama pandemi Covid-19.

“Saya salah, dan saya bertanggung jawab atas hal itu,” ujar Zuckerberg kala itu dikutip dari CNBC global, Senin (18/5).

Lalu kini, fokus perusahaan kini sepenuhnya tertuju pada pengembangan AI yang dianggap menjadi penentu masa depan industri teknologi. Meta bahkan meningkatkan proyeksi belanja modal tahun 2026 hingga US$ 10 miliar tambahan atau setara Rp 176,6 miliar.

Kepala Keuangan Meta Susan Li, mengakui perusahaan masih terus mencari bentuk ideal operasional di era AI. “Kami belum benar-benar tahu berapa ukuran optimal perusahaan di masa depan,” kata Li dalam konferensi pendapatan kuartal pertama.

Ia juga mengatakan kebutuhan komputasi AI Meta terus meningkat lebih cepat dari perkiraan. Meta dan tim juga terus mengidentifikasi proyek dan inisiatif baru yang menarik.

Fenomena serupa kini terjadi di hampir seluruh industri teknologi global. Banyak perusahaan memilih memangkas jumlah pekerja sambil menggelontorkan dana besar untuk AI.

Data Layoffs.fyi mencatat, sepanjang 2026 sudah terjadi hampir 110 ribu PHK di 137 perusahaan teknologi dunia. Angka tersebut mendekati lonjakan PHK besar yang terjadi pada 2023.

Di internal Meta sendiri, situasi disebut semakin menegangkan. Sejumlah karyawan dan mantan pegawai mengungkapkan kekhawatiran akan adanya gelombang PHK tambahan pada Agustus hingga akhir tahun nanti.

Tak hanya itu, Meta juga disebut mulai mengembangkan sistem pemantauan aktivitas pegawai berbasis AI. Sistem bernama Model Capability Initiative (MCI) itu dilaporkan mengumpulkan data aktivitas pekerja seperti gerakan mouse hingga penekanan tombol keyboard untuk melatih agen AI otomatis.

Kebijakan tersebut memicu protes internal. Sejumlah pegawai menyebut praktik itu sebagai distopia dan mengkhawatirkan privasi mereka.

Seorang profesor sistem informasi dari Foster School of Business University of Washington, Leo Boussioux menilai langkah Meta mencerminkan perubahan besar dunia kerja akibat AI. “Fakta bawah AI sedang mengubah cara kita bekerja,” ujarnya.

Menurut Boussioux, PHK dan tekanan internal di perusahaan teknologi juga bisa menjadi cara perusahaan membangun budaya kerja baru yang lebih agresif dan kompetitif di era AI.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...