Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Langit Siang Bakal Gelap Seperti Senja
Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 12 Agustus. Fenomena ini akan melintasi sebagian wilayah Greenland, Islandia, Spanyol, dan sebagian kecil Portugal, sekaligus menjadi gerhana matahari total pertama yang terlihat dari daratan utama Eropa sejak 1999.
Menurut data resmi European Space Agency (ESA) dan Time and Date, jalur Gerhana Matahari Total akan melintasi Greenland bagian timur, Islandia bagian barat, Portugal timur laut, serta Spanyol bagian utara dan Kepulauan Balearic.
Sementara gerhana sebagian akan terlihat di sebagian besar Eropa, Afrika Barat, Atlantik Utara, wilayah Arktik, serta sebagian Amerika Utara.
Fase Matahari tertutup penuh diperkirakan hanya berlangsung beberapa menit. Sementara keseluruhan peristiwa gerhana secara global berlangsung sekitar 4 jam 24 menit, dari awal gerhana sebagian hingga berakhir
Berdasarkan perhitungan astronomi global, gerhana matahari sebagian dimulai pukul 15:34 UTC atau 22:34 WIB waktu di Indonesia pada 12 Agustus. Gerhana Matahari Total pertama dimulai pukul 16:58 UTC atau 23:58 WIB.
Puncak Gerhana Matahari Total diperkirakan terjadi pada 17:46 UTC atau 00:46 WIB, dan berakhir pada 19:57 UTC atau 01:34 WIB. Karena fenomena ini terjadi pada malam hari untuk waktu Indonesia, maka masyarakat tidak bisa melihatnya.
Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, sehingga piringan Matahari tertutup sepenuhnya dari pandangan pengamat yang berada di jalur totalitas.
Saat Gerhana Matahari Total berlangsung, langit siang akan berubah gelap seperti senja atau fajar. Pada momen ini, lapisan atmosfer terluar Matahari atau korona yang biasanya tidak terlihat dapat diamati dengan mata telanjang.
Hanya wilayah yang dilintasi umbra yang dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total. Wilayah di luar jalur tersebut hanya akan melihat gerhana sebagian.
Gerhana Matahari Total tidak menimbulkan dampak fisik berbahaya bagi Bumi. Namun, sejumlah fenomena alam dapat terjadi selama fenomena berlangsung, seperti langit siang berubah gelap, suhu udara dapat turun sementara hingga bintang terang bisa lebih mudah terlihat.
Lembaga antariksa dan astronomi juga mengingatkan bahwa melihat Matahari secara langsung saat fase gerhana sebagian tanpa pelindung khusus, dapat menyebabkan kerusakan mata permanen.
