Di Balik Internet Murah MyRepublic, MoraRepublic Gandeng Raksasa Teknologi Cina
PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) menggandeng perusahaan teknologi asal Cina, ZTE Corporation, untuk memperluas layanan internet broadband di Indonesia. Kerja sama ini dilakukan di tengah agresifnya ekspansi layanan internet rumah perusahaan, termasuk layanan MyRepublic Air yang menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps dengan tarif mulai Rp 100 ribu per bulan.
Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan ditandatangani dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2026. Kerja sama ini mencakup penjajakan pengembangan dan perluasan layanan Fixed Wireless Access (FWA) serta Fiber-to-the-Home (FTTH) bagi pelanggan residensial dan korporasi di Indonesia.
MoraRepublic merupakan entitas hasil penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic). Merger ini sebelumnya disebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital dan memperluas akses konektivitas di Indonesia.
Kerja sama dengan ZTE datang ketika MoraRepublic tengah memperluas layanan broadband ke berbagai wilayah. Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah MyRepublic Air, layanan internet rumah berbasis FWA yang menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps dengan tarif mulai Rp 100 ribu per 30 hari. Layanan ini dikembangkan untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani jaringan fiber optik secara optimal.
President Director ZTE Indonesia Liu Sen mengatakan kolaborasi ini bertujuan mendukung ekspansi broadband nasional dengan memanfaatkan pengalaman ZTE dalam implementasi FWA dan FTTH di berbagai negara.
"Kami sangat antusias bermitra dengan MoraRepublic dalam ekspansi broadband nasional. ZTE membawa pengalaman implementasi FWA dan FTTH berskala besar di berbagai pasar internasional yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan teknis dan operasional di Indonesia," kata Liu Sen dalam keterangan pers, Senin (6/7).
Menurut dia, kombinasi kemampuan teknologi ZTE dan infrastruktur yang dimiliki MoraRepublic diharapkan dapat meningkatkan akses broadband serta kualitas layanan bagi pelanggan rumah tangga maupun korporasi.
Dalam kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan jaringan FWA yang lebih luas, evolusi jaringan FTTH, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengelola operasional jaringan broadband. Teknologi AI akan digunakan untuk mendukung optimasi jaringan, pemantauan kualitas layanan, serta pengembangan layanan broadband yang lebih efisien.
Chief Financial Officer MoraRepublic Yopie Widjaja mengatakan kolaborasi dengan ZTE menjadi bagian dari strategi perusahaan membangun fondasi broadband yang lebih kuat setelah penggabungan Moratelindo dan MyRepublic.
"Fokus kami yakni membangun fondasi broadband yang lebih kuat dan efisien guna memenuhi permintaan konektivitas berkualitas dan berkecepatan tinggi yang terus meningkat," ujar Yopie.
Menurut dia, penggunaan teknologi jaringan yang lebih cerdas diharapkan dapat meningkatkan keandalan layanan dan memberikan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan.
MoraRepublic saat ini mengelola sejumlah layanan konektivitas, mulai dari jaringan backbone Moratelindo, layanan FTTH melalui MyRepublic Fiber dan Oxygen.id, hingga layanan FWA melalui MyRepublic Air. Perusahaan juga didukung jaringan kabel bawah laut nasional dan internasional serta infrastruktur fiber optik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Penandatanganan MoU di Shanghai menjadi langkah terbaru MoraRepublic dalam memperluas bisnis broadband di tengah meningkatnya kebutuhan internet berkecepatan tinggi di Indonesia. Bagi perusahaan, penguatan jaringan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan pelanggan sekaligus memperluas akses internet ke wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan fiber.
Kerja sama dengan ZTE juga datang ketika MoraRepublic tengah mendorong ekspansi layanan internet rumah berbasis FWA melalui produk MyRepublic Air.
Layanan yang diperkenalkan awal tahun ini tersebut menawarkan internet rumah dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga mulai sekitar Rp 100 ribuan per bulan. Berbeda dengan layanan fiber optik konvensional, MyRepublic Air tidak memerlukan penarikan kabel ke rumah pelanggan karena memanfaatkan teknologi FWA berbasis jaringan nirkabel.
MoraRepublic menyasar wilayah yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau jaringan fiber optik, terutama di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Perusahaan menyebut layanan tersebut dirancang untuk memperluas akses internet berkecepatan tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau.
Dalam konteks itu, kolaborasi dengan ZTE menjadi penting karena kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan jaringan FWA yang lebih luas, selain evolusi jaringan fiber-to-the-home (FTTH). Kerja sama tersebut juga mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk optimasi jaringan dan peningkatan kualitas layanan broadband.
