Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Xbox Paling Terdampak di Tengah Ekspansi AI

Rahayu Subekti
10 Juli 2026, 09:50
phk, microsot,xbox
marketingland.com
Gelombang PHK terbaru ini menambah panjang daftar efisiensi yang dilakukan Microsoft dalam beberapa tahun terakhir.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Microsoft kembali melakukan efisiensi besar-besaran dengan memangkas sekitar 4.800 karyawan atau 2,1% dari total tenaga kerjanya. Unit bisnis gim Xbox menjadi yang paling terdampak dalam gelombang pemutusan hubungan kerja alias PHK tersebut di tengah upaya perusahaan mengalihkan fokus pada pengembangan kecerdasan buatan atau AI.

Wakil Presiden Eksekutif Microsoft Amy Coleman mengatakan, keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan beradaptasi dengan perubahan industri yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, Microsoft perlu memusatkan sumber daya pada bidang yang mampu memberikan nilai lebih besar bagi pelanggan.

"Perusahaan tidak dapat memilih apakah industrinya berubah, tetapi dapat memilih apakah akan berubah bersama industri tersebut," kata Coleman dalam memo kepada karyawan dikutip dari BBC, Kamis (9/7).

Coleman juga menegaskan bahwa posisi yang dihapus bukan akan digantikan oleh AI. Namun, ia mengakui teknologi AI telah mengubah cara pekerjaan dilakukan di dalam perusahaan.

Unit Xbox menjadi divisi yang menanggung dampak terbesar dari restrukturisasi tersebut. Lebih dari 1.600 posisi dihapus, sedangkan empat studio pengembang gim yakni Compulsion Games, Double Fine Productions, Ninja Theory, dan Undead Labs dipisahkan dari organisasi Xbox sebagai bagian dari perubahan strategi bisnis.

Chief Executive Officer Xbox Asha Sharma menyebut langkah ini sebagai awal dari restrukturisasi paling signifikan sepanjang sejarah Xbox. "Perubahan ini adalah tentang masa depan Xbox yang lebih besar, bukan yang lebih kecil," ujar Sharma dalam pernyataan yang diunggah di platform X.

Ia mengatakan perusahaan harus melakukan penyesuaian terhadap portofolio konten, platform, dan operasional. Hal ini dilakukan agar Xbox tetap kompetitif di tengah perubahan industri gim global.

Langkah tersebut dilakukan setelah Microsoft terus meningkatkan investasi pada pengembangan AI dan infrastruktur pusat data dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan juga sebelumnya telah mengumumkan rencana memperbesar belanja AI bernilai miliaran dolar AS yang diikuti dengan serangkaian efisiensi di berbagai unit bisnis.

Analis teknologi Paolo Pescatore menilai restrukturisasi tersebut menunjukkan perubahan arah strategi Microsoft, khususnya pada bisnis gim. Menurutnya, tantangan Xbox kini bukan hanya memangkas biaya operasional, tetapi juga mendefinisikan kembali posisinya di industri gim yang semakin bergeser ke layanan cloud, PC, konsol, dan model berlangganan.

"Xbox perlu menentukan kembali identitasnya di dunia ketika pemain dapat mengakses gim dari berbagai platform," kata Pescatore.

Sementara itu, analis Ampere Analysis Piers Harding-Rolls mengatakan restrukturisasi tersebut mencerminkan strategi Xbox untuk lebih berfokus pada waralaba gim dan basis pengguna yang lebih besar.

Menurut Piers, Microsoft sebelumnya mengakuisisi banyak studio untuk memperkuat layanan Game Pass. Namun kini perusahaan menilai sebagian studio akan memiliki prospek lebih baik jika beroperasi secara independen.

Sebagai bagian dari perubahan itu, Double Fine dan Compulsion Games akan kembali menjadi studio independen dengan tetap mempertahankan hak atas kekayaan intelektual mereka. Sementara Mojang, pengembang Minecraft, dan King, pengembang Candy Crush, kini akan melapor langsung kepada pimpinan Xbox.

Gelombang PHK terbaru ini menambah panjang daftar efisiensi yang dilakukan Microsoft dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, perusahaan juga memangkas lebih dari 2 ribu karyawan di Xbox dan menutup empat studio gim setelah mengakuisisi Activision Blizzard.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...