Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz Jadi Senjata Telkomsel dan XLSmart Adopsi 5G
PT Telkomsel dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk mulai menyusun strategi pemanfaatan tambahan spektrum hasil Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz 2026 untuk mempercepat pembangunan jaringan 5G sekaligus memperluas layanan internet 4G ke wilayah yang belum terjangkau secara optimal.
Kedua operator menyatakan tambahan spektrum mitu akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas jaringan, memperluas cakupan layanan, serta menjawab pertumbuhan kebutuhan trafik data yang terus meningkat.
Berdasarkan hasil seleksi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Telkomsel memperoleh total alokasi spektrum 100 MHz, terdiri dari 2x10 MHz pada pita 700 MHz dan 80 MHz pada pita 2,6 GHz. Sementara XLSmart memperoleh alokasi 30 MHz atau 2x15 MHz pada pita 700 MHz dan 50 MHz pada pita 2,6 GHz.
Telkomsel menyatakan spektrum itu akan dimanfaatkan secara bertahap untuk memperkuat kualitas layanan, memperluas inklusivitas digital, dan mendukung kebutuhan masyarakat maupun industri yang semakin berbasis data.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas cakupan layanan 5G di seluruh Indonesia sejalan dengan pemenuhan komitmen pembangunan di desa-desa yang telah ditetapkan Komdigi.
VP Technology Strategy & Consumer Product Development Telkomsel Ronald Limoa mengatakan tambahan spektrum bukan sekadar sumber daya jaringan, melainkan amanah untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi masyarakat.
"Kami akan mengoptimalkan pemanfaatan spektrum tersebut secara bertanggung jawab dan bertahap agar dapat semakin Melayani Sepenuh Hati dan memberikan manfaat nyata, mulai dari konektivitas yang semakin merata, kapasitas layanan yang lebih baik, hingga dukungan terhadap transformasi digital," kata Ronald dalam keterangan resmi, Rabu (22/7).
Menurut Telkomsel, karakteristik pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz saling melengkapi. Pita 700 MHz berpotensi memperkuat jangkauan dan kualitas layanan, termasuk di wilayah yang membutuhkan cakupan lebih luas maupun kualitas sinyal yang lebih baik di dalam ruangan.
Sementara itu, pita 2,6 GHz akan mendukung peningkatan kapasitas jaringan untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik data sekaligus memperkuat kesiapan pengembangan layanan 5G pada masa mendatang.
Telkomsel juga menyatakan akan melanjutkan koordinasi dengan regulator dan para pemangku kepentingan dalam memenuhi seluruh tahapan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Optimalisasi spektrum akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, kesiapan teknis jaringan, serta agenda transformasi digital Indonesia.
"Spektrum adalah sumber daya publik yang sangat strategis. Oleh krena itu, fokus kami bukan hanya pada besarnya alokasi yang diperoleh, melainkan bagaimana mengubah sumber daya itu menjadi manfaat nyata yang dirasakan pelanggan melalui pengalaman digital yang semakin mudah, nyaman, dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," ujar Ronald.
Sementara itu, Presiden Direktur sekaligus CEO XLSmart Rajeev Sethi mengatakan tambahan spektrum akan dimanfaatkan untuk memperluas cakupan jaringan, terutama di wilayah perdesaan dan daerah yang belum terlayani secara optimal.
"Kepercayaan ini merupakan amanah besar bagi XLSmart. Alokasi spektrum baru akan kami manfaatkan untuk menghadirkan jaringan yang semakin luas, andal, dan berkualitas sehingga pelaku usaha, sekolah, hingga layanan publik di seluruh Indonesia dapat menikmati pengalaman digital yang semakin baik," kata Rajeev dalam pernyataan pers.
Menurut Rajeev, XLSmart juga berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban pembangunan yang ditetapkan pemerintah dalam proses seleksi frekuensi. Pemanfaatan spektrum itu ditujukan agar semakin banyak pelanggan memperoleh akses internet yang lebih cepat, stabil, dan menjangkau lebih banyak wilayah.
Selain memperluas jangkauan layanan, XLSmart akan menggunakan pita frekuensi 2,6 GHz untuk meningkatkan kapasitas jaringan di wilayah dengan konsumsi data tinggi. Perusahaan memproyeksikan pita frekuensi tersebut menjadi tulang punggung pengembangan layanan 5G di tengah pertumbuhan lalu lintas data.
XLSmart juga menilai kombinasi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz akan mempercepat integrasi jaringan pascamerger XL Axiata dan Smartfren. Optimalisasi aset jaringan tersebut diharapkan menghasilkan cakupan yang lebih luas, kapasitas yang lebih besar, serta pengalaman layanan yang lebih konsisten bagi pelanggan.
Perusahaan menyatakan dalam waktu dekat akan memulai tahap implementasi dengan fokus pada perluasan cakupan jaringan, peningkatan kapasitas, dan percepatan pembangunan layanan 5G di berbagai wilayah Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan operator yang memenangkan seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz diwajibkan menghadirkan layanan 4G berkualitas di 538 desa dan kelurahan yang saat ini belum terhubung ke jaringan atau masih memiliki kualitas sinyal yang lemah.
Menurut Meutya, perluasan jaringan itu diharapkan dapat mengurangi wilayah blank spot sekaligus membuka akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan digital, hingga peluang ekonomi di daerah yang selama ini belum menikmati konektivitas yang memadai.
Selain pemerataan layanan 4G, pemerintah mewajibkan pemenang seleksi mempercepat pembangunan jaringan 5G. Targetnya, cakupan layanan 5G mencapai sedikitnya 51% populasi nasional pada tahun kelima, dengan kecepatan mobile broadband ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 100 Mbps pada 2029.
Berdasarkan ketentuan seleksi, kewajiban pemerataan layanan 4G dan percepatan pembangunan jaringan 5G tersebut harus dipenuhi operator dalam jangka waktu lima tahun hingga 2031.
