Telkomsat Siapkan Satelit di 50 Kabupaten Minim Sinyal
PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat kesiapan implementasi konektivitas berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO) untuk mendukung pelayanan administrasi kependudukan di 50 daerah yang belum memiliki sinyal atau masih mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui kegiatan sharing knowledge yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juli di Jakarta. Kegiatan ini membahas layanan Telkomsat sekaligus sosialisasi rencana implementasi layanan MangoStar dalam mendukung kebutuhan konektivitas Kemendagri.
Kegiatan itu diikuti oleh 50 kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil dari kabupaten penerima bantuan konektivitas berbasis satelit. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai layanan MangoStar, proses instalasi dan konfigurasi perangkat, penggunaan layanan, serta prosedur penanganan awal apabila terjadi gangguan jaringan satelit.
Direktur Komersial Telkomsat, Andri Yunianto, mengatakan pemanfaatan teknologi satelit menjadi salah satu solusi untuk mendukung keberlangsungan layanan publik di wilayah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.
"Telkomsat berkomitmen untuk terus mendukung pemerataan konektivitas melalui layanan berbasis satelit, khususnya bagi wilayah yang belum memiliki akses jaringan atau masih mengalami keterbatasan sinyal," ujar Andri dalam keterangan pers.
Menurut dia, dukungan konektivitas berbasis LEO diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengakses sistem administrasi kependudukan dengan lebih stabil sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan, termasuk di wilayah yang belum terjangkau jaringan terestrial secara memadai.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Hani Syopiar Rustam, menyampaikan bahwa kesiapan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi perangkat dan jaringan di daerah penerima bantuan.
“Ketersediaan jaringan komunikasi yang memadai merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan administrasi kependudukan," katanya.
Melalui kegiatan itu, Hani berharap kepala dinas dari daerah penerima bantuan dapat memahami implementasi dan pengoperasian layanan secara menyeluruh, sehingga pemanfaatannya dapat mendukung keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Sebanyak 50 daerah yang menjadi sasaran program tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, hingga Papua. Daerah-daerah ini termasuk dalam kategori wilayah yang tidak memiliki sinyal atau masih mengalami kualitas sinyal yang lemah.
Melalui kolaborasi ini, Telkomsat dan Ditjen Dukcapil Kemendagri berharap teknologi satelit dapat memperkuat pemerataan konektivitas sekaligus mendukung peningkatan kualitas dan keberlanjutan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
