Telkomsel Pulihkan 400 BTS di NTT, 44 Genset Dikerahkan
Telkomsel menyampaikan seluruh situs jaringan di wilayah terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali beroperasi. Meski pemulihan sudah mencapai 100%, operator telekomunikasi ini masih melakukan pemantauan dan optimalisasi untuk memastikan kualitas layanan tetap stabil.
Vice President Area Network Operations Jawa Bali Telkomsel Nugroho Adi Wibowo mengatakan pemulihan jaringan pascabencana membutuhkan kerja bersama dan respon yang cepat.
“Bagi kami, setiap situs yang kembali beroperasi berarti semakin banyak masyarakat yang dapat kembali terhubung dengan keluarga, memperoleh informasi penting, dan mendukung koordinasi selama masa tanggap darurat,” kata Nugroho dalam pernyataan tertulis, Rabu (19/8).
Telkomsel bersama Telkom Group menuntaskan pemulihan layanan telekomunikasi pascagempa hingga 18 Agustus 2026. Gempa tersebut berdampak terhadap layanan Telkomsel di tujuh kabupaten yakni Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Dari total 735 site Telkomsel di wilayah terdampak, lebih dari 400 site sempat mengalami gangguan pascagempa. Perusahaan menyatakan, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mobilisasi tim teknis, penguatan sumber daya kelistrikan, serta koordinasi dengan berbagai pihak.
Salah satu tantangan terbesar dalam pemulihan jaringan adalah terganggunya pasokan listrik di sejumlah lokasi. Gempa menyebabkan sejumlah infrastruktur distribusi listrik mengalami kerusakan, mulai dari trafo yang jatuh, tiang listrik roboh, hingga kabel jaringan distribusi yang terputus.
Untuk menjaga situs tetap beroperasi selama proses pemulihan pasokan listrik, Telkomsel menyediakan 44 fixed genset, 27 mobile genset, dan 29 pack battery backup. Sejumlah mobile genset bahkan didatangkan dari luar pulau untuk memperkuat kebutuhan daya di wilayah terdampak.
“Seluruh upaya dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan tim yang bekerja di lapangan,” katanya.
Selain masalah listrik, akses menuju sejumlah lokasi juga menjadi kendala. Gempa memicu longsor yang menyebabkan beberapa ruas jalan tertutup. Kondisi tersebut membuat mobilisasi personel dan perangkat pendukung membutuhkan rute alternatif.
Telkomsel menyebut tim di lapangan melakukan pemetaan kondisi situs berdasarkan tingkat prioritas dan dampaknya terhadap layanan masyarakat. Koordinasi juga dilakukan dengan TelkomGroup, pemerintah daerah, regulator, PLN, BPBD, dan mitra terkait untuk mempercepat pemulihan.
Meski seluruh situs telah kembali beroperasi, Telkomsel menegaskan proses pemulihan belum sepenuhnya berhenti. Perusahaan masih melakukan monitoring kualitas layanan, optimalisasi jaringan, pengecekan kestabilan pasokan daya, serta penguatan infrastruktur pendukung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan tetap stabil dan dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat di wilayah terdampak.
“Di tengah kondisi bencana, konektivitas memiliki arti yang jauh lebih besar. Masyarakat diminta untuk memberi kabar kepada keluarga, mendapatkan informasi resmi, hingga mendukung koordinasi berbagai pihak dalam penanganan bencana,” ujar Nugroho.
Telkomsel bersama TelkomGroup memastikan akan terus menjaga kondisi jaringan dan infrastruktur pendukung di seluruh wilayah terdampak. Perusahaan juga menyatakan akan terus mendukung masyarakat Flores dalam proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Gempa bumi M7,7 yang berpusat di Nagekeo, NTT, sebelumnya menyebabkan 53 orang meninggal dunia, 135 orang mengalami luka-luka, dan sekitar lima ribu orang mengungsi. Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah fasilitas publik.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan percepatan perbaikan dikhususkan pada 111 BTS yang masih mengalami gangguan, khususnya di wilayah dengan jumlah maupun persentase BTS terdampak yang masih tinggi.
Meutya mengatakan layanan komunikasi diperlukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh informasi, mengakses layanan darurat, dan mendukung koordinasi bantuan. “Oleh karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana,” katanya.
