Grup Salim Ambil Alih Data Center Keppel, Bidik Booming AI di Indonesia

Desy Setyowati
1 September 2026, 14:22
IndoKeppel Data Centres, salim group, grup salim,
IndoKepple Data Centres
IndoKeppel Data Centres
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Konglomerat Indonesia, Grup Salim, mengambil alih kepemilikan Keppel Data Centres di IndoKeppel Data Centres. Setelah transaksi ini, perusahaan sepenuhnya dimiliki Salim dan berganti nama menjadi IndoData Center.

Dikutip dari keterangan di LinkedIn, IndoData mengungkapkan transaksi pengambilalihan saham Keppel tersebut terjadi pada Desember 2025. Nilai transaksi tidak diungkapkan.

“Berbekal kapabilitas Grup Salim yang luas, jaringan lokal yang kuat, serta rekam jejak keberhasilan dalam melaksanakan proyek infrastruktur berskala besar, IndoData Center siap merespons secara cepat permintaan yang meningkat pesat akan kapasitas AI dan hyperscale di Indonesia,” tulis IndoData di LinkedIn, pekan lalu.

IndoData menyebut perusahaan akan berfokus mengembangkan infrastruktur pusat data untuk kebutuhan AI dan hyperscale melalui solusi built-to-suit yang fleksibel.

Perusahaan mengatakan model tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi dari hyperscaler, penyedia layanan cloud, hingga perusahaan teknologi AI.

Bisnis pusat data ini sebelumnya merupakan usaha patungan antara Grup Salim dan Keppel Data Centres.

Kedua perusahaan pertama kali mengumumkan kerja sama untuk mengembangkan proyek pusat data di Kota Bogor, Jawa Barat, pada 2018. Proyek ini semula dijadwalkan diluncurkan pada 2020, tetapi mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19.

Fase pertama IndoKeppel Data Centre 1 atau IKDC 1 dengan kapasitas 5 MW kemudian diluncurkan pada 2022.

Setelah transaksi pada Desember 2025, struktur usaha patungan tersebut berubah. Keppel keluar dari kepemilikan perusahaan, sementara Salim Group kini menjadi pemilik penuh IndoData.

Amankan Kapasitas hingga 500 MW

Salah satu modal yang disiapkan IndoData untuk ekspansi tersebut yakni kapasitas daya hingga 500 megawatt (MW) yang telah diamankan melalui kontrak dengan PT PLN (Persero).

IndoData mengatakan kapasitas tersebut memungkinkan perusahaan mempercepat pengembangan proyek dan mendukung kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi.

“Dengan hingga 500 MW kapasitas daya yang diamankan berdasarkan kontrak dengan PLN, kami mampu mempercepat pengiriman proyek dan mendukung kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi dari hyperscalers, cloud providers, dan perusahaan teknologi AI,” tulis IndoData.

Kapasitas itu menjadi bagian penting dari positioning baru IndoData setelah sepenuhnya berada di bawah Salim Group. Perusahaan menyatakan visi mereka adalah menjadi mitra untuk infrastruktur digital yang berkelanjutan, andal, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan.

Setelah rebranding, IndoData akan memperluas kapasitas fasilitas yang telah beroperasi.

Dikutip dari Data Center Dynamics, mantan Direktur IndoKeppel Data Centres yang kini menjabat Direktur Pelaksana IndoData, Ronald Setiawan, mengatakan tambahan beban IT sebesar 6 MW telah selesai dibangun dan diserahkan di fasilitas tersebut.

Ekspansi itu dikembangkan berdasarkan kebutuhan salah satu klien hyperscale yang sudah ada.

Menurut Ronald, ekspansi tersebut menunjukkan kepercayaan klien terhadap kemampuan IndoData dalam menyediakan infrastruktur pusat data yang andal, dapat diskalakan, dan memiliki kinerja tinggi.

Salim Group Sudah Punya Eksposur di Data Center

Masuknya Grup Salim lebih dalam ke bisnis pusat data juga bukan langkah pertama konglomerasi tersebut di sektor infrastruktur digital.

Grup Salim yang dimiliki Anthoni Salim juga memiliki saham di operator pusat data DCI Indonesia.

Selain itu, perusahaan investasi Salim Group yang terdaftar di Hong Kong, First Pacific, mengendalikan perusahaan telekomunikasi Filipina, PLDT.

Dengan pengambilalihan saham Keppel di IndoData, Grup Salim kini memperkuat kepemilikannya atas bisnis pusat data yang dikembangkan dari kerja sama dengan Keppel sejak 2018.

Langkah itu dilakukan ketika IndoData menyatakan melihat pertumbuhan permintaan terhadap kapasitas AI dan hyperscale di Indonesia.

Perusahaan kini menempatkan pengembangan pusat data AI dan hyperscale sebagai fokus bisnisnya, dengan dukungan kapasitas daya hingga 500 MW yang telah dikontrak dari PLN serta model pengembangan built-to-suit untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...