Peneliti 14 Negara Bakal Bahas Teknologi Roket hingga Satelit di Yogyakarta

Image title
Oleh Magang
5 Oktober 2026, 14:46
roket, BRIN, ISAST 2026, drone
Vecteezy.com/Wasan Prunglampoo
Ilustrasi roket
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Peneliti di bidang roket, satelit, pesawat tanpa awak atau drone, hingga astrofisika dari berbagai negara akan berkumpul di Yogyakarta dalam The 12th International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST) 2026. Konferensi bertema “Aerospace for Humanity” tersebut berlangsung pada 6-8 Oktober 2026 di The Alana Hotel & Conference Center Malioboro, Yogyakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA), bersama Universitas Gadjah Mada (UGM), i-CATS University College Malaysia, dan Vietnam National University. ISAST 2026 digelar secara hibrida dengan sesi tatap muka di Yogyakarta dan partisipasi secara daring.

Kepala ORPA BRIN Robertus Heru Triharjanto mengatakan ISAST menjadi forum pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antara peneliti, akademisi, serta industri di bidang kedirgantaraan.

“Penyelenggaraan ISAST 2026 tahun ini adalah momentum penting dalam pertukaran keilmuan dirgantara, dengan kolaborasi ORPA BRIN, UGM, dan i-CATS University College, Malaysia,” kata Heru dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10).

Menurut dia, seminar tersebut mempertemukan pakar dari industri dengan peneliti dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Pembahasannya mencakup observasi bumi, eksplorasi antariksa, serta pengembangan teknologi kedirgantaraan berkelanjutan.

Bahas Tujuh Bidang Riset

ISAST 2026 menerima 138 abstrak dari peneliti di 14 negara. Dari jumlah tersebut, panitia menerima 91 makalah lengkap dan memilih 88 makalah untuk dipresentasikan.

Makalah terpilih akan dibahas dalam tujuh ruang sidang paralel. Topiknya mencakup roket dan propulsi, teknologi UAV atau drone, rekayasa satelit dan penginderaan jauh, cuaca antariksa, astrofisika, sains dirgantara dasar, serta kebijakan dan ekonomi antariksa.

Selain forum ilmiah, ISAST 2026 juga menggelar Aerospace Innovation Challenge. Kompetisi tersebut ditujukan bagi mahasiswa dengan tema “Next-Gen Skies: Future Breakthroughs in Aerospace, Drone, and Space Technologies”.

Panitia menerima 166 karya mahasiswa dari 26 negara yang tersebar di lima benua. Pemenang kompetisi akan diumumkan pada penutupan konferensi, Rabu (7/10).

Pelaksanaan ISAST 2026 juga memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial atau AI untuk mendukung layanan peserta.

Seluruh layanan konferensi tersedia melalui portal ISAST, mulai dari pendaftaran, pembayaran, pengunggahan materi presentasi, jadwal kegiatan, hingga pemesanan ekskursi.

Portal tersebut dilengkapi asisten AI bernama “Mr. Peo” yang dapat menjawab pertanyaan peserta. Panitia juga menyediakan Collab Corner sebagai ruang untuk mempertemukan peserta dengan calon mitra riset dan membuka peluang kolaborasi lintas negara.

Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/10) pukul 08.00 WIB. Acara tersebut akan diisi sambutan Kepala BRIN serta perwakilan UGM dan i-CATS.

Sesi pleno menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Dr.Ing. Javensius Sembiring, Prof. Dr. Mohd Yazid dari Universiti Teknologi Malaysia, Prof. Dr. Shuhaimi bin Mansor, dan Prof. Dr. Ahmad Zulfaa bin Mohamed Kassim.

Ketua Panitia ISAST 2026 Soleh Fajar Junjunan mengatakan konferensi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan perkembangan riset kedirgantaraan di Indonesia kepada publik.

“Banyak orang Indonesia senang mengikuti berita roket, drone, dan antariksa. Kami ingin publik tahu riset di bidang ini juga dikerjakan di sini, oleh peneliti dan mahasiswa Indonesia bersama rekan dari banyak negara,” ujar Soleh, yang juga peneliti BRIN.

ISAST pertama kali diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada 2013. Forum tersebut kini dilanjutkan oleh BRIN.

Penyelenggaraan ISAST 2026 didukung PT DAHANA, PT GMF AeroAsia, PT Nusantara Secom InfoTech, Anton Paar melalui PT Elementa Laboratoria Indonesia, TRUF, dan AERING.

Penulis: Reihan Cahya (magang)

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...