Tanpa Booster, Tiga Jenis Vaksin Covid-19 Ini Efektif hingga 8 Bulan

Vaksin Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson menghasilkan perlindungan kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit. Bahkan, hingga delapan bulan tanpa booster.
Dimas Jarot Bayu
17 Oktober 2021, 17:06
Vaksin Covid 19 Moderna
ANTARA FOTO/Fransisco Carolio
Vaksin Covid 19 Moderna

Sebanyak tiga vaksin virus corona Covid-19 buatan Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson menunjukkan respons imun yang kuat hingga delapan bulan tanpa booster. Dalam studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada Jumat (15/10), para peneliti menemukan tanda bahwa ketiga vaksin tersebut menghasilkan perlindungan kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit.

Meski demikian, analisis tersebut mengisyarakatkan adanya perbedaan produksi antibodi oleh ketiga vaksin tersebut. Antibodi dari vaksin Pfizer dan Moderna melonjak dan kemudian turun dengan cepat. Sementara, antibodi dari vaksin Johnson & Johnson dimulai dari tingkat yang lebih rendah, namun stabil dari waktu ke waktu.

"Pada bulan kedelapan, respons antibodi untuk ketiga vaksin tersebut sebanding," kata Direktur Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center Dr. Dan Barouch seperti dikutip dari ABC News, Minggu (17/10).

Studi baru ini pun tak hanya membandingkan antibodi, tapi juga sel-T pada ketiga vaksin. Sel-T merupakan bagian penting dari sistem kekebalan dan kemungkinan menawarkan perlindungan yang lebih tahan lama, bahkan setelah antibodi turun.

Jika antibodi kerap kali dikaitkan pencegahan infeksi, maka sel-T lebih relevan terhadap upaya membunuh virus. Selain itu, respons sel-T diperkirakan berkontribusi terhadap proteksi vaksin terhadap penyakit yang parah.

"Respons sel-T relatif stabil untuk ketiga vaksin selama delapan bulan ke depan," kata Barouch.

Grafik:

Lebih lanjut, studi ini juga menjelaskan bahwa proteksi ketiga vaksin terhadap penyakit parah tetap kuat. Bahkan, ketika perlindungan terhadap infeksi ringan berfluktuasi dari waktu ke waktu.

Direktur Penyakit Menular di South Shore Health Dr Todd Ellerin mengatakan, titer antibodi penetralisir yang semakin tinggi akan membuat orang terlindungi dari infeksi. Karenanya, ada keuntungan pencegahan penularan dengan mendapatkan dua dosis vaksin dengan mRNA dibandingkan satu dosis dari Johnson & Johnson.

"Namun ketika bicara soal penyakit parah, ini merupakan cerita yang sangat berbeda. Seluruh vaksin tersebut sama hebatnya," kata Erlin.

Adapun, Indonesia telah menggunakan 10 jenis vaksin corona. Tiga di antaranya merupakan vaksin Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson. Selain itu, Indonesia menggunakan vaksin Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Novavax, Biofarma, Cansino, Zifivax.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait