Kasus Covid-19 RI Tambah 747, Hanya Jakarta Catat Lebih 100 Kasus Baru

Tambahan kasus virus corona Covid-19 di Jakarta mencapai 131 orang per Minggu (17/10). Sementara, tambahan kasus corona di provinsi lainnya tak lebih dari 100 orang.
Dimas Jarot Bayu
17 Oktober 2021, 18:12
Anggota Satlantas Polresta Bandar Lampung menyosialisasikan bahaya COVID-19 di sejumlah Pasar tradisional di Bandar Lampung, Lampung, Jumat (6/8/2021). Satlantas Polresta Bandar Lampung menggunakan kostum pocong dan berperan sebagai virus Corona serta ten
ANTARA FOTO/Ardiansyah
Anggota Satlantas Polresta Bandar Lampung menyosialisasikan bahaya COVID-19 di sejumlah Pasar tradisional di Bandar Lampung, Lampung, Jumat (6/8/2021). Satlantas Polresta Bandar Lampung menggunakan kostum pocong dan berperan sebagai virus Corona serta tenaga kesehatan dalam sosialisasi protokol kesehatan (prokes) COVID-19 agar masyarakat tahu dampak yang terjadi saat mengabaikan prokes. ANTARA FOTO/Ardiansyah/foc.

Kasus positif virus corona Covid-19 di Indonesia bertambah 747 orang pada Minggu (17/10). Dengan demikian, total kasus corona di dalam negeri tercatat sebanyak 4,23 juta orang.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tambahan kasus corona pada hari ini berasal dari pemeriksaan terhadap 146.960 orang. Dengan demikian, rasio positif (positivity rate) corona hari ini sebesar 0,51%.

Hanya Jakarta yang tambahan kasus coronanya sebesar 131 orang pada hari ini. Provinsi lainnya tercatat menyumbang kasus corona di bawah 100 orang.

Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan tambahan 87 kasus corona. Setelahnya ada Jawa Barat dengan tambahan 70 kasus corona.

Selain itu, terdapat tambahan 19 kasus kematian akibat corona pada hari ini, sehingga totalnya 142.952 orang. Mereka tersebar di 11 provinsi, yakni Sulawesi Selatan (4), Kalimantan Timur (4), Jawa Tengah (2), Sumatera Utara (2), Banten (1), Riau (1), Aceh (1), Sumatera Selatan (1), Jambi (1), Sulawesi Tengah (1), dan Sulawesi Utara (1).

Sementara, kasus sembuh dari corona bertambah 1.086 orang, sehingga totalnya 4,07 juta orang. Kasus sembuh tertinggi berasal dari Jakarta, yakni 130 orang. Posisinya diikuti oleh Jawa Tengah dan Kalimantan Utara masing-masing 110 orang dan 99 orang.

Lebih lanjut, kasus aktif corona tercatat berkurang 358 orang, sehingga totalnya 18.388 orang. Sedangkan, ada 492.928 orang yang telah dinyatakan sebagai suspek corona.

Meski cenderung melandai, masyarakat diharapkan tak lengah terhadap ancaman penularan corona di dalam negeri. Terlebih, mobilitas masyarakat Indonesia sudah mulai pulih per September 2021.

Bahkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rerata pergerakan masyarakat ke tempat belanja kebutuhan sehari-hari lebih tinggi 20,5% dibandingkan kondisi normal sebelum pandemi corona. Mobilitas masyarakat ke tempat perdagangan dan retail pun telah mencapai -1,9% dibandingkan kondisi normal.

Pergerakan masyarakat ke taman, tempat kerja, dan tempat transit juga mulai membaik jika dibandingkan beberapa bulan terakhir. Tercatat, masing-masing mobilitasnya sebesar -7,9%, -15.9%, dan -27,5% dibandingkan kondisi normal.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M. Protokol tersebut terdiri dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Protokol kesehatan justru harus lebih disiplin diterapkan mengingat kegiatan masyarakat sudah mulai berjalan normal,” kata Wiku.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait