Target 4.000 Layar, Bioskop Menyebar ke Selain Kota Besar

"Banyak upaya hadirkan bioskop di daerah yang belum ada layar," kata Wakil Kepala Bekraf Ricky J. Pesik.
Image title
30 Januari 2019, 13:28
Bioskop
Katadata

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memproyeksikan jumlah layar bioskop mencapai 4.000 pada tahun ini. Kota besar tetap menjadi sasaran tetapi pebisnis sinema juga memperluas jaringan ke daerah yang lain.

"Banyak upaya hadirkan bioskop di daerah yang belum ada layar. Pemerintah daerah kami ajak agar lebih terlibat dalam investasi baru yang masuk (ke daerahnya)," kata Wakil Kepala Bekraf Ricky J. Pesik kepada Katadata.co.id, Rabu (30/1).

(Baca juga: Menuju 4.000 Layar, Pengusaha Khawatir Bioskop Independen Tergilas

Menurutnya, bisnis bioskop di Tanah Air berpeluang terus tumbuh mengingat perbandingan jumlah layar dengan penduduk belum ideal. Per akhir tahun lalu, layar bioskop sekitar 1.681 unit sedangkan penduduk sedikitnya 250 juta jiwa.

Advertisement

Dibandingkan dengan negara lain, seperti China yang berpenduduk mencapai 1,5 miliar memiliki sekitar 15.000 layar sinema. Sementara itu, Korea Selatan diisi sekitar 60 juta jiwa memiliki sedikitnya 3.000 layar bioskop. 

Tak hanya jumlah sinema, populasi film nasional juga diharapkan meningkat diimbangi dengan kualitas yang juga lebih baik. "Jadi, pertumbuhan industri film nasional itu potensial seiring dengan akan terus bertambah layar bioskop," ucap Ricky. 

Meskipun belum keluar angka pasti tetapi target penonton sebanyak 50 juta orang pada tahun lalu diyakini tercapai, dan menembus 60 juta pada 2019. (Baca juga: Tumbuh 20%, Penonton Bioskop Diproyeksi Capai 60 Juta pada 2019

"Dilan 1990" disaksikan 6,3 juta orang merupakan tayangan terbanyak ditonton pada tahun lalu. Apabila ditarik rentang waktu lebih panjang antara 2007 - 2018, film ini merupakan kedua yang paling banyak disaksikan setelah Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 (6,86 juta).

Dengan kata lain, "Dilan 1990" melibas perolehan penonton "Laskar Pelangi" sebanyak 4,72 juta pasang mata yang tayang pada 2008. Kelanjutan cerita Dilan dan Milea dalam "Dilan 1991" tayang di bioskop mulai 28 Februari tahun ini.

Pada awal bulan ini, Produser Max Pictures Ody Mulya menyatakan bahwa proses syuting dan produksi "Dilan 1991" rampung. "Setelah melalui proses produksi, film ini siap ditayangkan," katanya. (Baca juga: Insan Film Butuh Kesesuaian Regulasi Daerah dengan Praktik Lapangan

Film adaptasi novel karya Pidi Baiq itu tetap dibintangi Iqbaal Ramadhan sebagai Dilan dan Vanesha Prescilla memerankan Milea. Proses pengambilan gambar "Dilan 1991" berlangsung pada pengujung tahun lalu selama 41 hari di Bandung (Jawa Barat) dan DKI Jakarta.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait