Ideosource Danai Lima Film Baru Tahun Ini

Kesuksesan "Keluarga Cemara" tak menjadi rujukan tunggal bagi Ideosource dalam mempertimbangkan kelayakan bisnis proyek film drama keluarga.
Image title
22 Januari 2019, 19:00
Keluarga Cemara
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pemeran film Keluarga Cemara, Ringgo Agus Rahman (kanan), Nirina Zubir (kiri), Adhisty Zara (kedua kiri) dan Widuri Putri (kedua kanan) memberikan keterangan kepada media pada acara gala premier film Keluarga Cemara di Jakarta, Kamis (20/12). Film yang diangkat dari sinetron era 90-an itu mengisahkan tentang drama keluarga dalam menghadapi berbagai bentuk cobaan dan rintangan dalam menjalani kehidupan.

Ideosource Venture Capital memastikan terdapat lima film yang siap didanai pada 2019. Tayangan layar lebar yang dimaksud tetap bernuansa drama dengan sentuhan komedi, problematika remaja, serta nilai keagamaan.

"Sudah ada lima film deal dan masih ada beberapa lain sedang didiskusikan. Genre drama masih dominan, ada drama muslim, drama komedi, dan drama remaja," kata Managing Partner Ideosource Andi S. Boediman kepada Katadata.co.id, Selasa (22/1).

Perusahaan modal ventura tersebut baru mendulang sukses atas "Keluarga Cemara". Film ini menggaet satu juta penonton cuma dalam waktu sepuluh hari tayang. Selain itu, diborong enam piala dari sebelas nominasi yang didapat "Keluarga Cemara" dalam Piala Maya 2019.

(Baca juga: Disaksikan Sejuta Penonton, Skenario Keluarga Cemara Berdasar Riset)

Advertisement

Walaupun demikian, "Keluarga Cemara" tak lantas menjadi rujukan utama bagi Ideosource dalam mempertimbangkan kelayakan bisnis proyek film drama. Pasalnya, keberhasilan film ini tak bisa dipakai sebagai patokan bahwa masyarakat umum sedang gandrung kepada gendre drama keluarga.

"Genre horor dan komedi pun akan tetap menjadi genre favorit sepanjang dibuat dengan kualitas baik," tutur Andi.

Ideosource akan mengeksplorasi potensi bisnis film genre lain, baik laga, horor, bahkan pahlawan super. Tapi, cerita yang hadir tetap dengan sentuhan drama. "Drama tetap dominan (tahun ini). Kami akan tetap pertahankan untuk membidik film-film drama yang berkualitas," ujar Andi.

(Baca juga: Insan Film Butuh Kesesuaian Regulasi Daerah dengan Praktik Lapangan)

Pada 2011, Ideosource beroperasi dengan dana kelolaan US$ 15 juta. Perusahaan ini awalnya menginvestasikan uang kepada startup teknologi. Keputusan merambah bisnis film dilakukan sejak 2017 dengan menyalurkan pendanaan melalui Ideosource Film Fund (IFF).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait