Peluang Usaha Terbuka, Ini Opsi Sumber Modal Kedai Kopi

Lima opsi sumber modal a.l. dana pribadi, patungan, pinjaman bank atau lembaga keuangan lain, modal ventura, dan dana program tanggung jawab sosial.
Image title
15 Januari 2019, 17:00
Kopi Gayo
Donang Wahyu | KATADATA
Kopi Gayo KATADATA | Donang Wahyu

Para pegiat industri kopi di lini hulu maupun hilir sepakat bahwa peluang usaha kedai terus terbuka walaupun jumlah pemain semakin meningkat. Siapapun yang tertarik terjun ke bidang ini harus memiliki rencana bisnis matang terutama soal modal.

Wakil Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia Daroe Handojo berpendapat, peningkatan persaingan usaha kuliner minuman berbasis kopi tidak mempengaruhi peluang bisnis yang ada. Apalagi, peminum kopi spesial belum sampai 5% dari total konsumen domestik artinya potensi pasar domestik tetap besar.

"(Pengusaha) yang penting tahu pasar mana yang dibidik, manajemen dijalankan benar. Jangan jual kemahalan dan jangan kemurahan," kata Daroe kepada Katadata.co.id, di Jakarta, belum lama ini. (Baca juga: Bisnis Kreatif Perlu Formula Insentif Tersendiri

Selain menganalisis peluang usaha, perlu juga memastikan kecukupan modal untuk memulai bisnis kedai kopi. Modal digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti pengadaan aset tetap, peralatan, perlengkapan, hingga biaya operasional.

Data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyebutkan beberapa opsi sumber permodalan, yaitu modal sendiri, patungan, pinjaman bank atau lembaga keuangan bukan bank, modal ventura, serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Modal patungan berasal dari beberapa pihak yang bersedia diajak patungan. Siapapun yang menjadi mitra patungan sebaiknya dibuatkan surat kontrak kerja sama. Tujuannya agar secara hukum hubungan antarpihak terkait penyertaan modal tetap aman.

(Baca juga: Sebelum Membuat Rencana Bisnis Pastikan Punya Tiga Hal Ini)

Pendanaan dari bank maupun lembaga keuangan bukan bank juga bisa diakses, salah satu opsi adalah kredit usaha rakyat (KUR). Tentu calon debitur harus memenuhi berbagai persyaratan yang ada. 

Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf Wawan Rusiawan menyatakan, akses ke perbankan bukan hal mudah bagi pengusaha rintis di bidang kuliner seperti kedai kopi. "Banyak yang tidak punya badan usaha, tidak punya kolateral. Jadi, tetap sulit akses pendanaan terutama dari bank," ujarnya.

(Baca juga: Sekitar 96% Usaha Kreatif Belum Berbadan Hukum

Alternatif sumber permodalan lain adalah perusahaan modal ventura. Ada beberapa skema pembiayaan dari modal ventura, salah satu yang banyak diminati pelaku usaha kecil adalah bagi hasil atau partisipasi terbatas.

Selain itu, tersedia kucuran dana dari PKBL. Ini adalah implementasi program tanggung jawab sosial yang diwajibkan kepada perusahaan pelat merah dan korporasi besar. Jumlah pinjaman untuk setiap mitra binaan dari PKBL maksimum Rp 200 juta.

(Baca juga: Empat Aspek yang Harus Ada Dalam Rencana Bisnis

Guna membuat asumsi modal terdapat setidaknya sembilan hal yang harus diperhitungkan a.l. tempat usaha, kapasitas warung/kedai, perlengkapan yang digunakan (beli baru atau menggunakan yang ada), peralatan dapur dan seduh, serta opsi proses seduh minuman kopi.

Selain itu, perlu dipertimbangkan juga ketersediaan fasilitas penunjang semacam jaringan tv berbayar atau akses internet gratis. Dan jangan lupakan jumlah hari operasional per bulan. (Baca juga: Resep Pendiri Warunk Upnormal untuk Memanjangkan Bisnisnya

Perihal lain ialah perhitungan dana operasional. Anggaran ini digunakan untuk menjalankan usaha meliputi dana untuk membeli kopi, gula, susu, coklat dan lain-lain; untuk membeli alat tulis kantor, membayar gaji karyawan; serta untuk membayar listrik, air, gas, retribusi dan lain-lain.

Video Pilihan

Artikel Terkait