Dorong Daya Saing, Pemerintah Terus Perbaiki Infrastruktur dan SDM

Pengembangan infrastruktur dan SDM berimbas positif terhadap perekonomian nasional.
Image title
8 Januari 2019, 19:03
To Jakarta-Cikampek
ANTARA FOTO | Risky Andrianto
Pengerjaan infrastruktur di jalan Tol Jakarta-Cikampek

Pembangunan infrastruktur tetap menjadi strategi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan daya saing pada 2019. Upaya lain yang difokuskan ialah pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, infrastruktur dapat meningkatkan investasi di dalam negeri. "Kalau (infrastruktur) tidak dibangun, investor akan menganggap percuma," katanya dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2019, di Jakarta, Selasa (8/1).

Sampai pengujung 2018, pemerintah menyelesaikan pembangunan 46 proyek strategis nasional (PSN) senilai Rp 159 triliun. Sementara itu, terkait pengembangan SDM dilakukan peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi. Pasalnya, 58% penduduk bekerja merupakan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

(Baca juga: Genjot Daya Saing, JK Sebut RI Bisa Tiru Prinsip Industri Tiongkok)

Advertisement

Dalam jangka pendek, pemerintah fokus memperbaiki iklim usaha melalui Online Single Submission (OSS), memfasilitasi insentif perpajakan, serta mendorong program vokasi. Penyederhanaan prosedur juga dilakukan untuk menekan biaya ekspor disertai pemilihan komoditas ekspor unggulan.

Darmin berpendapat, sinergi pemerintah dengan dunia usaha dalam meningkatkan daya saing diperlukan dalam menghadapi dinamika perekonomian global. Oleh karena itu, pemerintah akan mengoptimalkan peran teknologi.

Investasi juga dipacu guna mendorong kinerja perekonomian menjadi lebih produktif. Tujuan lain yakni agar struktur ekonomi lebih efisien sekaligus memiliki kapasitas produksi, teknologi, serta tenaga kerja.

(Baca juga: Terpengaruh Global, Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi 2018 Diprediksi 5,15%)

Perihal lain yang disampaikan Darmin soal upaya meningkatkan ekspor bernilai tambah tinggi berbasis nonkomoditas. Pemerintah juga melakukan industrialisasi produk prioritas berdaya saing global guna mendongkrak nilai tambah sekaligus menambah kesempatan kerja.

Sejumlah sektor yang diharapkan menjadi pendorong ekspor ialah industri kimia, tekstil dan produk tekstil (TPT), elektronik, otomotif, dan makanan/minuman. Ada pula industri perikanan, permesinan, peralatan kesehatan, furnitur, produk kayu dan kertas, serta sepeda.

(Baca juga: Ekspor Produk Peternakan Sepanjang Januari-November 2018 Naik 3,19%)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan dukungannya terhadap upaya meningkatkan daya saing melalui instrumen fiskal. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

"Maka, perbedaan Jakarta dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak terlalu besar sehingga opsi dari investor banyak," ujar dia. (Baca juga: (Baca juga: Ketidakpastian Global, Sri Mulyani Lihat Risiko Asumsi Makro Meleset)

Sementara itu, terkait pengembangan SDM maka Kemenkeu memberi anggaran pendidikan dan kesehatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Alokasi anggaran pendidikan yang dianggarkan sebesar 20% dari total APBN tahun ini.

Soal kesehatan, dukungan terhadap berbagai langkah menekan stunting ditempuh melalui Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga pada tahun lalu. "Ini dinaikkan dua kali lipat dan disesuaikan dengan inflasi," ujarnya.

Pemerintah juga memberikan insentif sembari meneruskan reformasi perpajakan. Oleh karena itu, kini sedang dikaji penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan. (Baca juga: Google Dikabarkan Taruh Rp 317 Triliun di Surga Pajak Bermuda

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait