Bidik Milenial, Klen and Kind Andalkan Pemasaran dan Transaksi Digital

"Media sosial Instagram masih oke banget untuk membangun interaksi dengan audiens," kata Pendiri Klen and Kind Tanti Sanjaya.
Image title
7 Desember 2018, 19:40
Kaum Hawa Cemaskan Kenaikan Harga Kosmetik Impor
Antara Foto /Oky Lukmansyah
Pembatasan kosmetik impor dikhawatirkan memicu kenaikan harga dan munculnya kosmetik ilegal.

Sejalan dengan target konsumen di segmen milenial, Klen and Kind fokus memasarkan diri melalui medium yang familiar bagi mereka. Selain website, media sosial menjadi andalan yang dipadukan dengan saluran transaksi digital, seperti m-banking dan dompet digital.

Pendiri Klen and Kind Tanti Sanjaya menyatakan, media sosial sangat membantu proses pemasaran produknya. Jenama produk perawatan tubuh ini baru fokus marketing  melalui website dan media sosial lantaran tim yang dimiliki relatif kecil.

"E-commerce kami belum berani karena harus ada yang stand by 24 jam, sedangkan tim kami masih kecil. Sejauh ini, media sosial Instagram masih oke banget untuk membangun interaksi dengan audiens," tuturnya kepada Katadata.co.id usai diskusi Pasar Inspirasi, Jakarta, Jumat (7/12) malam.

(Baca juga: Adu Kuat Perusahaan Dompet Digital Sediakan Layanan Kode QR

Advertisement

Jenama Klen and Kind hadir sejak 2015 mengusung aneka produk kecantikan dan perawatan tubuh berbahan alami dan ramah lingkungan. Meskipun pasar utama yang dibidik adalah kaum muda milenial, tak jarang pembeli datang dari kalangan middle age

Klen and Kind menganut tiga nilai dalam praktik bisnisnya, yaitu etichal, alami, dan kuantitas kecil (small batch). Jenama ini hendak menghadirkan produk perawatan yang tak hanya sehat untuk tubuh tetapi juga baik bagi lingkungan dan makhluk hidup lain.

(Baca juga: Startup Desain Produk Ramah Alam Butuh Dukungan Modal dan Riset

Kendati fokus menggarap pemasaran melalui medium digital, Tanti dan tim menyadari perlu menghadirkan produknya secara fisik di tengah masyarakat. Apalagi, sebagian konsumen mengutamakan interaksi langsung sebelum membeli produk serupa seperti yang ditawarkan Klen and Kind.

"Misalnya, sabun atau minyak esensial terapi aroma, sebagian konsumen penasaran ingin langsung menghirupnya. Maka, kami hadirkan produk kami di beberapa concept store di sejumlah mal besar terutama di Jakarta," ucap Tanti.

Strategi pemasaran offline lain dengan turut serta dalam berbagai aktivitas bazar. Melalui  acara semacam ini, tujuan utama bukan sekadar menjual barang melainkan membangun interaksi terutama dengan para konsumen loyal.

Sepanjang 2018, Klen and Kind dapat menjual hingga 700 produk setiap bulan. Kuantitas ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 50%. "Transaksi online itu sangat memudahkan kami, selain m-banking kami juga sediakan dompet digital," kata Tanti.

(Baca juga: Pendiri Chic & Darling Ingatkan Pentingnya Investasi Bagi Pebisnis

Invoasi yang hendak dilakukan ke depan tidak sebatas menambah varian produk. Opsi lain misalnya menghadirkan Klen and Kind dalam kemasan travel seperti yang sudah dirilis pada 2018 ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait