Startup DNetwork Indonesia Jembatani Perusahaan dengan Pekerja Difabel

Fokus DNetwork Indonesia kini terbatas kepada difabilitas tuli, netra, dan fisik. Ke depan, hendak memfasilitasi para difabilitas intelektual pula.
Image title
Oleh Dini Hariyanti
14 November 2018, 21:40
pengangguran, tenaga kerja
KATADATA | Arief Kamaludin

Kini terdapat lebih dari 200 perusahaan masuk ke dalam jaringan kerja difabilitas yang disediakan DNetwork Indonesia. Bidang usaha yang dilakoni ratusan korporasi ini bervariasi, yang terbanyak adalah perhotelan dan ritel.

Koordinator Proyek DNetwork Indonesia Arina Pradhita mengatakan, perusahaan mitra DNetwork.net terbanyak bergerak di sektor perhotelan. Hal ini lantaran markas DNetwork Indonesia berada di Pulai Bali, salah satu destinasi wisata utama di Tanah Air.

"Divisi yang bisa dimasuki para tenaga kerja difabel sebetulnya beraneka ragam. Kalau di hotel bisa housekeeping atau food and beverage. Kalau kantor, bisa administrasi, akuntansi, dan lain-lain," ucapnya kepada Katadata.co.id, Rabu (14/11).

(Baca juga: Menaker Sebut Tren Pengangguran Turun tapi Belum Sesuai Harapan

DNetwork Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang beroperasi sejak 2013. Laman daring DNetwork.net menghubungkanpara tenaga kerja difabel dengan berbagai perusahaan yang menyediakan lapangan pekerjaan.

Arina menuturkan, pihaknya bertujuan mengikis stigma negatif terhadap masyarakat dengan keterbatasan fisik tertentu. Aktivitas bekerja yang mereka jalani diharapkan dapat meruntuhkan stereotip seiring para difabel lebih mandiri secara finansial.

DNetwork Indonesia tidak sekadar menyediakan platform digital untuk mempertemukan perusahaan dengan calon pekerja difabel. "Kami juga beri pelatihan softskills bagi para difabel, seperti soal profesionalitas kerja, self branding, dan public speaking," katanya.

Meskipun pusatnya berlokasi di Denpasar, Bali tetapi jangkauan DNetwork.net mencakup tataran nasional. Saat ini, DNetwork Indonesia memiliki sukarelawan yang menjadi perwakilan di beberapa wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

(Baca juga: Cerita Startup Habiskan Rp 1 Miliar untuk Rekrut Talenta Digital

Arina mengatakan, sejauh ini baru bisa memfasilitasi difabilitas tuli, netra, dan fisik. Ke depan, imbuhnya, hendak menjangka para difabel intelektual. Sementara itu, dari sisi jumlah perusahaan, DNetwork Indonesia juga menargetkan lebih banyak perusahaan yang menjadi mitra.

"Kami sadar bahwa tenaga kerja difabel harus punya keterampialn mumpuni agar tetap kompetitif di dunia kerja. Untuk pelatihan hardskills calon pekerja, kami bekerja sama dengan LSM lain yang memiliki SDM ahli terkait keterampilan bersangkutan," ucap dia.

(Baca juga: Bonus Demografi, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pebisnis Kreatif

DNetwork Indonesia merupakan salah satu dari 16 perusahaan rintisan (startup) pemenang Go Startup Indonesia (GSI). Acara yang digagas Badan Ekonomi Kreatif ini tak hanya menyediakan pelatihan tetapi juga membantu startup menemukan investor yang tepat.

Direktur Akses Nonperbankan Bekraf Syaifullah sempat mengatakan, GSI merupakan platform untuk menjodohkan startup dengan investor. "Mereka mendapat materi dari bootcamp, seperti membuat produk sesuai pasar, pentingnya tim, kolaborasi ekosistem, dan kecakapan finansial," ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait