Ikat Indonesia Pisahkan Basis Produksi Massal dengan Koleksi Terbatas

"Memang tenaga penenun itu terbatas. Kalau untuk motif tenun dari NTT itu masuk dalam collector's item".
Image title
30 Oktober 2018, 17:54
Trade Expo Indonesia
Arief Kamaludin|KATADATA
Pengunjung memperhatikan produk kain tenun di salah satu gerai peserta pameran Trade Expo Indonesia ke-30 Tahun 2015 di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10). Pameran tahunan yang menampilkan berbagai produk Indonesia berkualitas eksp

Jenama fesyen Ikat Indonesia memisahkan basis produksi tenun yang mereka gunakan. Kain dengan karakter tertentu hanya diserap untuk desain fesyen kategori collector's item, sebagian lain difokuskan untuk memenuhi pesanan massal.

Pendiri Ikat Indonesia Didiet Maulana mengatakan, pihaknya menghadirkan koleksi sarupa untuk memenuhi permintaan dalam jumlah yang lebih banyak. Contohnya, pesanan seragam dari PT Bank Central Asia Tbk. yang menghabiskan sekitar 45.000 meter kain tenun ikat.

Kain tersebut diserap untuk membuat busana bagi sekitar 27.000 karyawan BCA. Tim Ikat Indonesia menghabiskan sekitar enam bulan untuk memproduksi dengan riset sejak setahun sebelumnya. Proses pengerjaan seragam ini melibatkan 500 perajin tenun. 

"Memang tenaga penenun itu terbatas. Kalau untuk motif tenun dari NTT itu masuk dalam collector's item kami. Yang seperti ini tidak bisa untuk produksi massal yang pesanannya mencapai lebih dari 200 pieces," ucap Didiet kepada Katadata.co.id, Selasa (30/10).

Advertisement

(Baca juga: Tak Hanya Produk Fesyen Tenun, Sosok Perajin Juga Perlu Disorot)

Produksi fesyen dengan jumlah terbatas dipilih Ikat Indonesia tidak hanya untuk menjaga ekslusivitas rancangan mereka. Didiet mengaku bahwa cara ini merupakan strategi untuk menyeimbangkan permintaan dengan pasokan.

Sumber bahan baku tenun ikat diperoleh dari para perajin yang dibina khusus oleh Ikat Indonesia sejak 7 tahun lalu. Total jumlah penenun yang terlibat dalam rantai produksi jenama fesyen ini mencapai 200 orang dari sekitar sepuluh wilayah sentra tenun.

"(Permintaan) kami siasati denga membuat edisi desain yang terbatas yang sudah jelas konsumennya. Untuk kebutuhan produksi massal ada rumah tenun khusus yang lebih industrial, tetap dikerjakan handmade," ucap Didiet.

(Baca juga: Riset Jadi Kekuatan Ikat Indonesia Mendesain Fesyen Mickey Mouse

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait