Apindo Minta Pemerintah Tingkatkan Perdagangan Pakai Valuta Lokal

Apindo meminta pemerintah mendorong penggunaan mata uang lokal di dalam transaksi ekspor impor, khususnya yuan Tiongkok.
Rizky Alika
17 September 2018, 10:32
Jokowi di Tiongkok
ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping (kanan) saat pertemuan bilateral disela-sela menghadiri KTT One Belt One Road di Gedung Great Hall of the People, Beijing, Minggu (14/5).

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai transaksi perdagangan antarnegara menggunakan mata uang lokal belum optimal. Salah satu valuta yang dinilai potensial untuk mengikis ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) adalah yuan Tingkok.

Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, penggunaan renminbi atau yuan dapat menguntungkan Indonesia maupun Tiongkok. Pasalnya, Negeri Tirai Bambu juga dapat mengurangi kebutuhan dolar mereka.

"Salah satunya ekspor impor kita yang terbesar dengan Tiongkok, jumlahnya cukup signifikan. Kalau bisa kegiatan perdagangan berbasis renminbi untuk mengurangi permintaan dolar," kata dia, di Jakarta, Jumat (14/9).

(Baca juga: Produsen Tekstil Targetkan Ekspor US$ 30 Miliar pada 2025)

Advertisement

Hariyadi menyatakan, upaya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak bisa hanya dengan pengendalian impor dan peningkatan ekspor. Pemerintah juga perlu mendorong penggunaan valuta lokal negara mitra dagang.

Bank Indonesia (BI) sebetulnya sudah menyepakati kerja sama transaksi dagang menggunakan local currency settlement dengan Bank of Thailand dan Bank Negara Malaysia. Sejumlah negara di ASEAN juga memiliki kesepakatan penggunaan mata uang lokal semacam ini.

Namun, local currency settlement belum optimal karena minimnya kepercayaan importir. "Pasar tidak ada trust, kalau impor maunya dengan dolar AS dan sebaliknya. Jadi harus ada kesepakatan keseluruhan. Kalau tidak ada intervensi negara, orang tidak percaya," ujar Hariyadi.

(Baca juga: Defisit Neraca Dagang Diperkirakan Berlanjut di Agustus US$ 1,1 Miliar)

Secara umum, Apindo meminta pemerintah mendorong transaksi perdagangan yang tidak menggunakan valuta Negeri Paman Sam. Bukan cuma yuan Tiongkok, penggunaan mata uang lain juga perlu dikaji dan diberi insentif oleh pemerintah.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait