LRT Velodrome – Kelapa Gading Laik Operasi Terbatas

Kemenhub mengeluarkan surat resmi yang menjadi lampu hijau uji coba pengoperasian LRT rute Stasiun Velodrome – Stasiun Mal Kelapa Gading.
Image title
23 Agustus 2018, 18:48
Light Rail Transit (LRT)
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Pekerja mengerjakan pembangunan proyek kereta ringan Light Rail Transit (LRT) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan kereta ringan (light rail transit/LRT) Jakarta Koridor 1 Fase 1 rute Stasiun Velodrome – Stasiun Mal Kelapa Gading laik beroperasi secara terbatas.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan uji coba pengoperasian LRT tersebut berlangsung selama sebulan pada 21 Agtustus 2018 – 20 September 2018. Pelaksanaan ini bersamaan dengan dilakukannya perbaikan teknis.

"Operasional secara fungsional bersamaan dengan perbaikan teknis sesuai rekomendasi dari tim pengujian Balai Pengujian Perkeretaapian," tuturnya melalui keterangan resmi yang diterima Katadata.co.id, Kamis (23/8).

Kepastian dari Kemenhub tersebut berdasarkan kepada surat rekomendasi yang dikeluarkan kementerian. Terdapat dua surat, yaitu rekomendasi teknis prasarana perkeretaapian jalur ganda layang (elevated) plus bangunan LRT, serta rekomendasi teknis pengoperasian perkeretaapian fasilitas operasi kereta ringan tersebut.

Advertisement

(Baca juga: Pemerintah Ajukan Pinjaman ke Bank Dunia untuk Empat Proyek LRT)

Zulfikri menuturkan, pengoperasian secara terbatas artinya penumpang yang diangkut bukanlah masyarakat umum melainkan undangan. Selama periode uji coba ini penumpang tidak perlu bayar tiket. Rangkaian kereta yang dioperasikan juga hanya satu di rute sejauh 4,7 kilometer (km).

LRT seksi satu yang menggunakan jalur ganda layang itu melintasi lima stasiun, yakni Stasiun Velodrome, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Pulomas, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, dan Stasiun Mall Kelapa Gading. Seluruh stasiun ini belum selesai dibangun.

Apabila pembangunan rampung dan dokumen pendukung sudah dilengkapi PT Jakarta Propertindo barulah dilakukan uji coba. "Selama uji coba, Jakarta Propertindo bertanggung jawab penuh terhadap gangguan operasi dan keselamatan perjalanan kereta api," kata Zulfikri.

Hasil uji coba untuk rute Velodrome – Mal Kelapa Gading ini tentu akan dilaporkan Jakarta Propertindo. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta ini wajib menuntaskan seluruh pembangunan si kereta ringan manakala uji coba pengoperasian selesai.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait