Daya Tarik Sejarah Masjid Baiturrahman Aceh

Setelah mengalami beberapa kali renovasi pascatsunami, Masjid Baiturrahman dihiasi tujuh kubah dan lima menara.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Riset dan Publikasi
9 April 2021, 17:30
PERCANTIK KUBAH MASJID RAYA PASE ACEH
ANTARA FOTO/Rahmad/foc.

Bagi sebagian masyarakat muslim, Ramadan lekat dengan aktivitas wisata religi. Tak heran apabila objek wisata religi lebih ramai pengunjung selama bulan puasa, seperti yang biasa terjadi di lingkungan Masjid Baiturrahman, Aceh.

Masjid yang dibangun sejak masa Kesultanan Aceh tersebut sempat hancur akibat serangan penjajah Belanda. Kala itu Warga Aceh sangat geram hingga terjadilah pertempuran sengit antara masyarakat Aceh dengan Belanda. Dalam peperangan itu, panglima Belanda, Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler tewas, tepatnya pada 14 April 1873.

Lalu Belanda mencoba meredakan perlawanan rakyat Aceh dengan membangun ulang masjid atas perintah Jenderal Van Der Heijden, selaku Gubernur Militer Aceh waktu itu. Sekitar 1879 – 1881 masjid ini dibangun kembali dengan arsitektur Moghul (India).

Masjid Baiturrahman juga sangat terkenal karena bangunannya yang sangat kokoh, meski diterjang gampa dan tsunami pada 2004. Kala itu gempa bumi berkekuatan 9,1 magnitudo mengguncang Aceh yang disusul dengan tsunami.

Bencana alam tersebut tercatat sebagai yang terdahsyat selama abad ke-20. Sekitar 200 ribu jiwa tewas. Dan hampir semua bangunan rata dengan tanah. Namun, tidak dengan Masjid Baiturrahman. Meskipun di sekelilingnya porak-poranda tetapi rumah ibadah umat Islam ini masih berdiri kokoh.

Selain menjadi ikon Bumi Serambi Mekah, Masjid Baiturrahman juga menjadi lambang perjuangan sekaligus penyebaran islam di Indonesia hingga semenanjung Asia Tenggara. Selain masyarakat domestik, masjid yang terletak di Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh ini juga diminati wisatawan asing, khususnya dari negeri Jiran, Malaysia.

Setelah mengalami beberapa kali renovasi, kini Masjid Baiturrahman Aceh semakin megah dengan tujuh kubah dan lima menara. Konon menara ini menjadi menara tertinggi yang ada di Banda Aceh.

Hal lain yang menjadi daya tarik wisatawan adalah interiornya. Baiturrahman dihiasi dinding dan pilar berhiaskan relief. Selain itu tangganya juga terbuat dari marmer dan lantai dari Tiongkok. Jendela kaca masjid ini berupa patri yang didatangkan dari Belgia. Tak kalah unik, lampu hias gantung masjid ini juga dibuat dari perunggu.

Saat ini, Masjid Baiturrahman Aceh dilengkapi dengan 12 payung raksasa pada pelataran masjidnya, yang dioperasikan secara elektrik. Hal ini menambah eksotismenya. Keindahan bangunan masjid serta sejarah yang menyelimuti masjid inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait