Dukungan Penuh Sampoerna terhadap Revolusi Industri 4.0

Melalui Sampoerna untuk Indonesia, Sampoerna mendorong revolusi industri melalui adaptasi teknologi, perubahan pola pikir, serta digitalisasi para mitra dan UMKM binaan.
Image title
Oleh Alfons Yoshio - Tim Publikasi Katadata
20 September 2021, 13:06
Dukungan Penuh Sampoerna terhadap Revolusi Industri 4.0
Sampoerna
Karyawan Sampoerna sedang memeriksa operasional fasilitas produksi melalui mesin yang terdigitalisasi.

PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) mendukung revolusi industri 4.0 di Indonesia sebagai salah satu fokus dari program Sampoerna untuk Indonesia. Hal ini ditempuh perseroan dengan fokus kepada pengembangan produk inovatif dan pemanfaatan bahan baku lokal yang berbasis teknologi mutakhir.

Dukungan terhadap program revolusi industri terkini dimulai Sampoerna sejak 2018, tepat saat peta jalan Making Indonesia 4.0 diluncurkan oleh Kementerian Perindustrian. “Melalui program Sampoerna untuk Indonesia, kami menyesuaikan transformasi yang kami jalankan dengan road map Making Indonesia 4.0, serta mengembangkan ekosistem yang saling terhubung, dan berinvestasi pada adopsi teknologi,” ujar Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis, kepada Katadata.co.id, (7/9/2021).

Mindaugas mengimbuhkan, selain melakukan penyesuaian teknologi, perubahan pola pikir juga tak kalah penting dalam upaya revolusi industri. “Di Sampoerna, kami telah lama menanamkan sikap tangkas dan gerak cepat, yang juga dikenal sebagai agility. Saya rasa ketangkasan ini menjadi salah satu kunci keberhasilan kami dalam beradaptasi dan bertransformasi,” tuturnya.

Kombinasi di antara teknologi pintar dan kecerdasan buatan, dengan sumber daya manusia yang tangkas dipercaya Sampoerna mampu mendorong pengambilan keputusan secara cepat serta tepat. Budaya dan pola pikir agile dipercaya menjadi kunci.

Selain penerapan teknologi pintar, Sampoerna menerapkan budaya agile melalui perubahan cara kerja. Perusahaan menerapkan model kerja organisasi berbasis projek (project-based organization / PBO). Ini dipercaya bisa mengurangi proses birokrasi, memberi keleluasaan dalam melakukan pengecekan rutin, dan lebih tangkas dalam menyesuaikan strategi bisnis. PBO memungkinkan perusahaan beroperasi lebih cepat, cermat, dan efisien. Per penghujung 2020, PBO memantau sekitar 80 persen dari biaya operasional perusahaan dan melibatkan sekitar 60 persen karyawan.

Revolusi industri, digitalisasi, dan pemulihan ekonomi nasional

Revolusi industri dan digitalisasi semakin terasa penting dan nyata sebagai kebutuhan bagi Sampoerna pada masa pandemi Covid-19 ini. Penyesuaian cara kerja yang lebih berorientasi daring guna meminimalisir mobilisasi menjadi salah satu contoh. Kondisi pandemi pun memaksa kita mengadopsi lebih banyak teknologi digital, termasuk bagi para pelaku UMKM. Terlebih, sektor UMKM menyerap lebih dari 70 persen tenaga kerja di Indonesia dan menyumbang sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto.

Secara tidak langsung, kondisi pandemi memfasilitasi terwujudnya salah satu dari sepuluh prioritas nasional dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, yaitu pemberdayaan UMKM. Dan hal ini juga menjadi perhatian Sampoerna untuk Indonesia.

Sampoerna mendukung lebih dari 150.000 toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) untuk turut beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Salah satunya melalui memanfaatkan layanan berbasis aplikasi AYO SRC yang telah digunakan oleh sekitar 100.000 anggota SRC.  Pemanfaatan aplikasi ini memungkinkan transaksi digital di antara mitra dengan pemasok maupun konsumen, melakukan manajemen inventori, dan menawarkan manfaat yang membawa mereka masuk ke perekonomian digital.

UMKM binaan Sampoerna juga didorong beradaptasi terhadap zaman melalui pelatihan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Sejak awal pandemi, SETC telah menjalankan lebih dari 40 pelatihan daring bagi lebih dari 1.500 UMKM, dengan kurikulum yang disesuaikan untuk lebih fokus kepada keterampilan digital untuk menjawab tantangan pandemi. Di luar itu, masih terdapat ragam rangkaian program untuk mendukung UMKM seperti rangkaian Build Back National Economy Better yang bekerja sama dengan mitra CSR, Kementerian dan pemerintah daerah terkait untuk membina UMKM.

“Ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman selama lebih dari satu tahun ke belakang. Misalnya, adopsi kerja jarak jauh yang lebih luas mungkin akan membuka jalan untuk terciptanya dunia kerja yang lebih inklusif,” kata Mindaugas.

Dirinya meyakini, pandemi juga mendorong kolaborasi yang lebih optimal antar semua pihak. Hal ini diharapkan dapat mendorong revolusi industri 4.0 berjalan lebih cepat. Dukungan melalui Sampoerna untuk Indonesia terhadap revolusi industri diharapkan bisa membantu visi pemerintah mewujudkan Indonesia maju.

Semangat tersebut mendasari Sampoerna untuk Indonesia sebagai payung program Sampoerna yang telah 108 tahun berkiprah dan hadir di Indonesia. Menurut Mindaugas, Sampoerna untuk Indonesia adalah perwujudan komitmen perusahaan untuk berkontribusi kepada Indonesia.

“Bagi kami, strategi keberlanjutan dan strategi bisnis adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Sejalan dengan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna yang merepresentasikan konsumen dewasa, karyawan dan mitra usaha, serta masyarakat luas,” tambah Mindaugas.

Dukungan terhadap revolusi 4.0 serta mendukung pemulihan ekonomi nasional menjadi dua dari lima fokus program Sampoerna Untuk Indonesia saat ini. Tiga fokus lain ialah peningkatan kesejahteraan petani, pemulihan ekonomi nasional dan kontribusi Covid-19, serta mengurangi jejak lingkungan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait