Saingi Gojek, Grab Gandeng Hooq Merambah Bisnis Hiburan

Pengguna Grab dapat menguji coba layanan Hooq secara gratis selama tiga bulan.
Desy Setyowati
30 Januari 2019, 14:47
Video on Demand
123RF.com/georgejmclittle

Penyedia layanan on-demand Grab menggandeng perusahaan layanan video on demand (VoD) Hooq merambah bisnis konten digital. Pesaingnya, Gojek, lebih dulu terjun mengusung Go-Play dan Go-Studio.

Pengguna Grab kini bisa menikmati konten Hooq yang jam tayangnya dikabarkan melampaui sepuluh ribu jam. User dapat menguji coba layanan Hooq secara gratis selama tiga bulan. Untuk melanjutkan pemakaian, pengguna harus mendaftarkan diri melalui aplikasi Grab.

"Yang menjadi fokus kami adalah menciptakan konten video terbaik, kami bisa menyatukan (konten) yang terbaik dari lokal dan Hollywood,” ujar CEO Hooq Peter Bithos dikutip dari Tech in Asia, Selasa (29/1).

Layanan konten video tersebut rilis pada kuartal I/2019 di Indonesia dan Malaysia. Peluncuran di negara lain yang termasuk dalam cakupan bisnis Grab akan menyusul. "Kemitraan ini memungkinkan kami menjangkau pelanggan yang sulit kami jangkau sendiri," ujar Bithos.

(Baca juga: Grab Bukukan 3 Miliar Perjalanan, Paling Banyak ke Mal

Pembaruan teknologi yang dilakukan Hooq agar bisa terintegrasi dengan pihak ketiga memakan waktu sekitar setahun. Sebelum kerja sama dengan Grab diumumkan, kedua perusahaan sudah resmi bermitra sejak tiga bulan lalu.

Group Head of Strategy and Partnership Grab Hidayat Liu menyatakan, kolaborasi dengan Hooq meningkatkan penggunaan platform Grab. Bisnis konten video di luar keahlian Grab sehingga untuk menjajaki bidang ini, perusahaan membutuhkan mitra. Soal nilai investasi, Grab dan Hooq enggan berkomentar.

"Strategi kami cukup jelas, kami melakukan yang terbaik dari diri kami. Tapi tidak berlebihan ketika kami tahu ada pemain lain yang memiliki kemampuan lebih baik," ujarnya. 

Menurut perusahaan riset Dataxis, pendapatan tahunan dari berlangganan layanan video daring di Asia Tenggara diperkirakan tumbuh 6,5 kali, yakni dari US$ 60 juta pada 2017 menjadi US$ 390 juta pada 2022. (Baca juga: Gaet Pasar, Iflix dan Hooq Berlomba Hadirkan Konten Lokal

Regional Head of Partnership Grab Danny Koik mengatakan, belum ada rencana untuk membuat konten asli dengan Hooq. “Jika ada peluang, itu adalah sesuatu yang secara alami akan kami jelajahi. Tetapi jawaban singkatnya adalah bukan saat ini," katanya.

Sementara itu, penyedia layanan on-demand Gojek meluncurkan layanan streaming video sendiri yaitu Go-Play pada April 2018. Gojek juga memiliki Go-Studio untuk masuk ke bisnis hiburan.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait