IDN Media dan Talenta Tak Memposisikan Pendanaan sebagai Target Bisnis

"Jangan posisikan fundraising sebagai tujuan, melainkan aspek pendukung mencapai matriks sasaran pertumbuhan perusahaan," CEO IDN Media Winston Utomo.
Dini Hariyanti
3 Desember 2018, 18:57
Tech in Asia
Arief Kamaludin|KATADATA
Total pendanaan startup di Indonesia menempati posisi ke-2 di ASEAN.

IDN Media dan Talenta sependapat bahwa injeksi dana segar sebaiknya tak menjadi target bisnis bagi perusahan rintisan. Dua startup ini berasal dari bidang usaha berbeda, yakni IDN sebagai perusahaan media massa daring sedangkan Talenta adalah pengelola SDM.

CEO IDN Media Winston Utomo mengatakan, belajar dari pengalaman saat beranjak dari level pendanaan seed ke seri A, mendapatkan injeksi modal segar bukanlah target melainkan cara untuk mencapai pertumbuhan bisnis.

"Jangan posisikan fundraising sebagai tujuan, melainkan aspek pendukung agar kita bisa mencapai matriks sasaran pertumbuhan perusahaan," katanya ditemui Katadata.co.id usai Go Startup Indonesia Scale Con 2018, di Jakarta, Senin (3/12).

(Baca juga: Lima Langkah Pemerintah Capai Target 1.000 Startup pada 2020

Advertisement

Oleh karena itu, aspek yang dinilai lebih mendasar bagi perusahaan rintisan ialah menetapkan matriks alias sasaran yang hendak dicapai untuk mengembangkan bisnis. Hal ini ditujukan terutama kepada startup di level pendanaan seed.

Winston juga menyarankan agar perusahaan rintisan jangan terpaku kepada satu matriks saja. IDN Media sendiri menetapkan tiga hal sebagai sasaran pengembangan bisnis, yaitu cakupan audiens, penguatan finansial, serta ekuitas merek.

Matriks yang ada perlu diterjemahkan menjadi target dan strategi bisnis jangka pendek. "Lalu cek, apakah dengan tim yang ada itu bisa dicapai. Jika tidak, dan butuh dana untuk, di sanalah peran fundraising," kata dia.

(Baca juga: Bekraf Arahkan Lebih Banyak Startup Masuk Papan Akselerasi Khusus BEI

Sementara itu, CEO Talenta Joshua Kevin mengutarakan bahwa untuk meyakinkan investor agar mau menyuntik dana segar, tak bisa sekadar mempromosikan produk. Startup harus mampu menunjukan hasil dari produk yang ada.

"Kalau cari pendanaan, misalnya dari seed mau ke seri A, itu bukan cuma bicarakan produk lagi. Tapi, sudah bicara perkembangan revenue yang diperoleh serta SDM tim yang ada," tuturnya.

Talenta, perusahaan rintisan di bidang pengelolaan sumber daya manusia (SDM), menekankan pula perlunya memiliki mentor. Hal ini mempermudah startup untuk memetakan strategi maupun arah pengembangan usaha.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait