BI Naikkan Bunga Acuan, IHSG Ditutup di Zona Hijau

IHSG ditutup menguat 55,9 poin atau 0,95% menjadi 5.929 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (27/9).
Image title
27 September 2018, 20:05
Bursa Saham
Arief Kamaludin|Katadata

Indeks harga saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona hijau pada akhir sesi perdagangan Kamis (27/9) setelah tiga hari berturut-turut terkoreksi. IHSG ditutup menguat 55,9 poin atau 0,95% menjadi 5.929.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, IHSG menguat hari ini karena stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang terjaga. Hal ini mampu melindungi IHSG dari sentimen eksternal yang kompleks.

Sentimen eksternal yang dimaksud terutama kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%. Pada tahun depan, Federal Reserve juga kemungkinan mengerek Fed Fund Rate lagi sebanyak tiga kali. Sentimen lain ialah soal perang dagang antara AS dengan Tiongkok.

"Di sisi lain, para pelaku pasar sangat mengapresiasi langkah Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga, sehingga memberikan sentimen positif bagi rupiah," katanya kepada Katadata.co.id, Kamis (27/9).

Advertisement

(Baca juga: Fed Rate Sesuai Proyeksi, Fluktuasi Ringan di Bursa Saham Asia)

Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan bunga acuan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate sebesar 25 bps ke level 5,75%. Besaran kenaikan ini setara dengan Fed Fund Rate. Keputusan bank sentral ini berhasil memperkuat otot rupiah di hadapan dolar AS.

Pada perdagangan di pasar spot, nilai tukar rupiah sempat menguat ke kisaran 14.880 per dolar AS menjelang dan saat pengumuman BI 7-Day (Reverse) Repo Rate. Setelahnya memang melemah lagi ke level 14.900-an.

Saat berita ini ditulis, rupiah berada di level 14.922 atau melemah 0,08% dibandingkan penutupan perdagangan Rabu (26/9). Level tertinggi yang sempat disentuh kurs rupiah sepanjang hari ini di posisi Rp 14.928 per dolar AS.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menyatakan bahwa pergerakan rupiah hari ini berimbas positif terhadap IHSG. "Sentimen positif IHSG berasal dari penguatan rupiah dan window dressing," katanya.

William memprediksikan IHSG pada Jumat (28/9) terus menguat di kisaran 5.830 - 5.950. Kondisi ini karena nilai tukar rupiah yang juga diprediksi menguat. "Dan window dressing masih berlanjut perkiraan sampai bulan depan," ujarnya.

Sedikit berbeda, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, IHSG bergerak cenderung tertahan secara teknis. Menurutnya tren terdekat terbilang lemah selama IHSG belum kembali ke level 6.000.

"Sehingga diperkirakan pola pergerakan IHSG cenderung menekan meskipun kemungkinan melanjutkan penguatan menguji bearish trend line. Support resistance IHSG akan berada pada level 5.880-5.970," tuturnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait