Sentuh 14.900, Rupiah Terimbas Eskalasi Perang Dagang AS-Tiongkok

Pada Selasa (18/9), kurs rupiah kembali menyentuh level Rp 14.900 per dolar Amerika Serikat (AS).
Image title
18 September 2018, 14:18
Rupiah
Donang Wahyu|KATADATA
Petugas penukaran mata uang merapihkan uang yang hendak ditukar dengan mata uang asing di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta. Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs tengah rupiah dipatok pada level Rp11.722 per dolar AS, melemah 0,14% dibandingkan

Nilai tukar rupiah hari ini, Selasa (18/9), kembali menyentuh level Rp 14.900 per dolar Amerika Serikat (AS). Bank Indonesia menilai kondisi ini terimbas kebijakan AS mengenakan tarif impor untuk produk Tiongkok sekitar US$ 200 miliar.

Berdasarkan data Reuters, nilai tukar rupiah di pasar spot mencapai Rp 14.925 per dolar AS. Posisi ini melemah 0,31% dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya, Senin (17/9). Kurs pada hari ini terpantau bergerak di rentang 14.895 - 14.930.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo berpendapat, meningkatnya tensi perang dagang AS - Tiongkok terus berimbas kepada pergerakan kurs valuta berbagai negara berkembang.

"Risiko di antara AS dan Tiongkok cukup serius memengaruhi emerging countries, all currencies," kata dia, di Jakarta, Selasa (18/9). (Baca juga: Trump Kenakan Tarif Baru Rp 2.960 Triliun atas Produk Impor Tiongkok)

Advertisement

Dody mengatakan, bank sentral terus menjaga stabilitas nilai tukar sembari melakukan intervensi secara terukur. BI berharap tekanan terhadap rupiah tidak membesar. Pelemahan kurs yang terjadi sekarang dilihat sebagai imbas dari dinamika eksternal.

Pada pekan depan, bank sentral AS (Federal Reserve) kembali menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Rapat ini diperkirakan kembali memutuskan kenaikan Fed Fund Rate seiring dengan membaiknya data ekonomi Paman Sam.

(Baca juga: Rupiah Menguat, BI Tetap Intervensi Pasar dan Kerek Suku Bunga)

BI menilai bahwa tren kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve bakal menambah tekanan mata uang Garuda. Oleh karena itu, imbuh Dody, Rapat Dewan Gubernur BI pada pekan depan akan mencermati seluruh risiko baik di pasar global maupun domestik.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait