Tantangan Kota Menghadapi Risiko Bencana

Berbagai tantangan kebencanaan di kota menjadi urgensi yang harus segera diselesaikan.
Image title
Oleh Arofatin Maulina Ulfa - Tim Publikasi Katadata
16 April 2021, 12:03

Beberapa kota besar di Indonesia berstatus rentan bencana. Hal ini terlihat dari kejadian bencana yang rutin melanda setiap tahun. Laporan World Bank berjudul Strengthening the Disaster Resilience of Indonesian Cities 2019 menyebutkan, terdapat 5 kota besar dengan bencana alam terbanyak pada peridoe 2003 hingga 2017. Peringkat pertama ditempati oleh DKI Jakarta dengan 784 kejadian bencana. Sementara itu, kota Bandung peringkat kedua dengan jumlah kejadian mencapai 556.

Adapun banjir menjadi bencana alam yang paling memberikan dampak bagi masyarakat kota hingga 60 persen. Sementara gempa bumi memiliki dampak hingga 26 persen.

Pada sisi lain, menurut laporan Jakarta Berketahanan, kejadian bencana di DKI Jakarta didominasi oleh peristiwa kebakaran. Pada 2018, kejadian kebakaran di ibu kota mencapai 1528 kasus, sedangkan bencana banjir berada di peringkat kedua dengan 46 kejadian.

Potensi kerugian kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 1.148 triliun dan berdampak pada 7,5 juta jiwa. Adapun banjir berpotensi menyebabkan kerugian hingga Rp 20 triliun dan berdampak pada 3,9 juta jiwa.

Oleh karena itu, berbagai tantangan kebencanaan di kota menjadi urgensi yang harus segera diselesaikan. Tantangan ini di antaranya tidak memadainya sistem drainase kota dan infrastruktur pengendalian banjir, ketergantungan alokasi anggaran pemerintah pusat untuk kebencanaan, kapasitas teknis mitigasi bencana terbatas, serta kurangnya informasi risiko bencana secara spesifik, ilmiah dan terkuantifikasi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.