Minimalisir Sampah Digital Supaya Gawai Lebih Sehat

Sampah digital adalah pemborosan data, dan efek jangka panjang dari penyimpanan sejumlah besar informasi dalam format digital.
Muhammad Taufik
Oleh Muhammad Taufik - Tim Riset dan Publikasi
18 Agustus 2022, 14:01

Gaya hidup serba digital seperti sekarang membutuhkan pengelolaan perangkat yang bijak agar tidak menimbun sampah pada kemudian hari. Pasalnya, selain berdampak kepada kinerja gawai dalam menyimpan data, sampah digital juga menyisakan tumpukan jejak karbon.

Sampah digital adalah pemborosan data, dan efek jangka panjang dari penyimpanan sejumlah besar informasi dalam format digital. Informasi tersebut bisa berupa data mentah, data yang diproses, tidak digunakan, atau sedang digunakan.

Mengutip Cilmate Impact, terdapat empat macam sumber sampah digital. Pertama riwayat pencarian internet yang terlampau banyak, kedua dokumen yang menumpuk di penyimpanan perangkat, ketiga data internet yang dipakai secara intensif, dan keempat adalah spam email.

Merujuk dari Greeneration jejak karbon dari sampah digital dihasilkan dari tiga proses yang saling  berkesinambungan. Pertama adalah proses manufaktur dan produksi perangkat elektronik, kedua yaitu proses pengiriman perangkat elektronik, dan terakhir, penggunaan energi fosil (pengiriman, distribusi, dan pemakaian gawai).

Selain itu terdapat tiga cara untuk meminimalisir sampah digital. Tiga cara tersebut di antaranya adalah membersihkan e-mail dari spam, newsletter tak perlu, dan email yang sudah dibaca. Kedua, memprioritaskan data digital yang diperlukan, seperti foto, video, dan histori internet. Terakhir adalah disiplin menerapkan screen time.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.