11 Tahun Tokopedia : Teknologi Bisa Dijadikan “Revenue Generator”

Pada perayaan ulang tahun ke-11, 17 Agustus 2020 lalu, Tokopedia mengadakan acara START Summit Extension (SSE) dengan tema Shift in Indonesia’s Technology Landscape.
Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Publikasi Katadata
8 Oktober 2020, 12:50
11 Tahun Tokopedia mengadakan START SUMMIT
Katadata

Perkembangan teknologi menjadi salah satu prioritas Tokopedia dalam 11 tahun terakhir. Sebagai sebuah perusahaan teknologi, Tokopedia sangat menyadari bahwa teknologi dapat menjadi katalis yang membantu untuk mencapai misi dalam mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital di seluruh Indonesia.

Pada perayaan ulang tahun ke-11, 17 Agustus 2020 lalu, Tokopedia mengadakan acara START Summit Extension (SSE) dengan tema Shift in Indonesia’s Technology Landscape. Acara yang ditonton oleh lebih dari 16.000 pegiat teknologi ini mengundang tiga orang pembicara spesial, yakni Leontinus Alpha Edison (Vice Chairman dan Co-Founder Tokopedia), Erika Hutapea (Data Analyst Lead for TopAds Tokopedia), Gilang Kusuma Jati (Engineering Manager for Travel and Entertainment Tokopedia) dan dipandu oleh Ranty Putri Rudiana (Data Analyst Lead Tokopedia).

Berbeda dengan acara SSE sebelumnya, SSE bulan ini dilakukan bersama dengan rangkaian acara lainnya yang berada di dalam Tokopedia Play Festival, acara perayaan ulang tahun Tokopedia yang disiarkan secara langsung lewat platform Tokopedia Play.

Ketika pertama kali membangun Tokopedia 11 tahun lalu, dua founder Tokopedia yakni Leontinus Alpha Edison dan William Tanuwijaya didorong oleh kesenjangan akses yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya ingin agar kemudahan akses yang mereka dapatkan di Jakarta ketika merantau juga bisa dirasakan oleh keluarga dan teman-teman mereka di kampung halaman.

Leon menjelaskan bahwa awalnya Tokopedia memiliki satu lini bisnis, yakni Marketplace. Hari ini Tokopedia memiliki empat lini bisnis berbeda yaitu Marketplace dan Pembayaran, Fintech, Logistic and Fulfillment, Mitra Tokopedia, dan masih banyak lini bisnis baru lainnya yang akan datang.

Selama Tokopedia berdiri, semua lini bisnis tersebut juga berupaya untuk dapat mendukung UMKM di Indonesia. Salah satu lini bisnis yakni Mitra Tokopedia misalnya, ditujukan untuk membantu para pemilik warung agar bisa mendapat keuntungan lebih lewat pemanfaatan teknologi.

Tidak hanya mengembangkan aneka lini bisnis, Tokopedia juga terus berusaha memperkuat teknologi di dalamnya, salah satunya adalah dengan mengembangkan big data. Pada era modern seperti saat ini, big data dapat memudahkan kita dalam mengambil keputusan yang tepat.

“Tokopedia tidak hanya mengadopsi cloud tetapi juga multi-cloud. Kita berpegang teguh pada salah satu core value kita untuk terus berkolaborasi sehingga kita bekerjasama dengan berbagai penyedia layanan cloud tingkat dunia,” kata Leon.

Melalui big data dan sistem multi-cloud yang diterapkan, Tokopedia mampu memaksimalkan pengalaman pengguna lewat automasi dan kustomisasi. Selain data dashboard, Tokopedia juga memiliki aneka fitur lain yang ditujukan untuk membantu penjual, salah satunya adalah fitur TopAds yang bisa membantu seller dalam mempromosikan bisnis mereka. 

“Faktanya, 80% penjual di Tokopedia mendapatkan order pertama mereka lewat TopAds,” jelas Erika.

Seiring dengan terus berkembangnya industri teknologi di Indonesia, kebutuhan akan talenta digital juga ikut meningkat. Hal ini disadari benar oleh Tokopedia. Selama beberapa tahun belakangan, Tokopedia fokus dalam mempersiapkan dan mengembangkan talenta digital lewat Tokopedia Academy, sebuah wadah belajar bagi para pegiat teknologi yang ingin menjadi talenta digital berkualitas Indonesia di masa depan.

Tokopedia juga senantiasa mengembangkan kemampuan para Nakama sebagai talenta digital Tokopedia. Tidak hanya melalui berbagai workshop, Nakama juga ditempa melalui mentorship dan coaching yang dilakukan oleh para leaders di Tokopedia.

“Di Tokopedia, kita selalu punya 1:1 session dimana leaders bertemu dengan anggota timnya untuk membicarakan baik personal atau professional development dari anggota tim tersebut. Saat 1:1 berlangsung, kita bisa memberikan pujian maupun saran yang bisa membantu mereka untuk terus berkembang,” jelas Gilang.

Leon bercerita bahwa sejak dulu hingga saat ini, Tokopedia selalu fokus pada misi untuk mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia. Walaupun saat ini Tokopedia sudah menjangkau 98% kecamatan di Indonesia, masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan demi membantu masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan mereka dan bertransaksi antarpulau.

“Ketika Tokopedia dibangun, Tokopedia melihat teknologi sebagai sebuah enabler yang memungkinkan Tokopedia untuk menghadirkan layanan dan kemudahan kepada masyarakat. Saat ini, Tokopedia melihat teknologi sebagai sebuah innovator. Ke depannya, Tokopedia ingin memanfaatkan teknologi sebagai sebuah revenue generator yang memungkinkan semua orang untuk memanfaatkan peluang mereka dengan sebaik-baiknya,” tutup Leon.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait