Digitalisasi UMKM Jadi Kunci Bertahan di Kala Pandemi

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki mengatakan upaya mendorong UMKM dengan produk lokal masuk ekosistem digital tersebut berguna untuk memperluas jangkauan pasar.
Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Publikasi Katadata
26 Oktober 2020, 20:53
Katadata Webtainment - Bangga Buatan Indonesia
Katadata

Jakarta - Pelaku Unit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mesti terus mencari akal agar bisa bertahan di masa pandemi. Termasuk melalui adaptasi dengan dunia digital.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki mengatakan upaya mendorong UMKM dengan produk lokal masuk ekosistem digital tersebut berguna untuk memperluas jangkauan pasar. Terlebih, masa pandemi yang menjadikan kebiasaan perilaku masyarakat relatif serba digital.

"Ini sangat penting, menggerakkan konsumen Indonesia untuk membeli produk Indonesia. Ekonomi domestik ini digerakkan oleh belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat dalam negeri," ujar Teten dalam webinar '1001 Cara UMKM Menjadi Juara', Senin (26/10).

UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja. Pada 2018, UMKM tercatat sebanyak 64,2 juta unit. 

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO), M. Ikhsan Ingratubun mengatakan di saat pandemi ini, UMKM memang perlu untuk melakukan adaptasi. Tak terkecuali dengan inovasi secara konsisten hingga masuk ke lapak jual-beli online.

"UMKM memang lincah, karena UMKM mampu melihat kebutuhan pasar dengan cepat dan mampu mengubah dirinya makin cepat," kata dia.

Salah satu contoh UMKM yang mengoptimalkan digitalisasi di Tokopedia adalah Ola Harika sebagai pendiri Little Thoughts Planner. Dia sempat mengalami dampak pandemi di usaha pesta yang Ia rintis, namun kemudian bangkit dengan inovasi pembuatan Alat Pelindung Diri (APD).

Tak tanggung-tanggung, Ola menyebut, tak sampai dua bulan usaha APD-nya telah terjual puluhan ribu ke berbagai penjuru tanah air. "Awalnya membuat APD untuk dikirim ke Rumah Sakit. Kemudian, 1-2 bulan sebanyak 30.000 face shield terjual, setelah itu aku menjual dipakai pribadi di Tokopedia, penjualannya gila banget," katanya. 

Dalam upaya meningkatkan kapasitas UMKM meningkatkan penjualan di lapak jual-beli online, Wakil Presiden Bidang Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni mengatakan Tokopedia memiliki berbagai program.

Pertama, pelatihan yang memberikan pengetahuan bagi pelaku UMKM dengan dua kelas besar yaitu pemula dan kelas yang telah berpengalaman untuk memperdalam fitur-fitur di platform Tokopedia. Kedua, perusahaannya juga menciptakan inovasi membawa berbagai kegiatan pemasaran langsung menjadi daring. Lalu, kolaborasi dengan pemerintah daerah.

"Ini sebagai upaya promosi UMKM. Nah, Jatim Fair misalnya, yang saat ini masih berlangsung dengan online sell," pungkasnya.

Editor: Doddy Rosadi

Video Pilihan

Artikel Terkait