Praktik Pengembangan Platform Dibahas di START Summit Extension

Tidak hanya dalam bentuk website, Tokopedia juga terus berevolusi mengembangkan kebutuhan pengguna dalam bentuk aplikasi mobile baik untuk iOS maupun Android.
Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Publikasi Katadata
4 November 2020, 16:17
START Summit 2020 - Tokopedia
Katadata

Tokopedia sebagai perusahaan teknologi yang selalu berevolusi untuk dapat terus meningkatkan dan menjawab setiap kebutuhan pengguna harus berkembang tidak hanya dalam bentuk website, namun juga aplikasi mobile baik untuk iOS maupun Android.

Melalui START Summit Extension yang disaksikan oleh lebih dari 12 ribu penonton melalui Tokopedia Play pada 20 Oktober 2020, tim iOS dan Web Platform Tokopedia membawakan presentasi yang dibagi ke dalam dua sesi, yakni iOS UI Development at Scale dan Unlocking New Capabilities for The Web.

Pada awal sesi presentasi START Summit Extension edisi Oktober, terdapat dua Nakama yang merupakan tim iOS Tokopedia. Samuel Edwin sebagai Technical Architect – iOS Tokopedia membagikan praktik dan pengalamannya soal membangun iOS dari sisi UI atau User Interface. Untuk mendevelop UI, Samuel memulainya dengan penjelasan dari sudut pandang teknikal, yaitu penggunaan UIKit dan Auto Layout.

Samuel membagikan pengalaman dalam menggunakan Auto Layout. Dia tidak merekomendasikan untuk menggunakan UIStackView berlebihan pada layout yang sangat kompleks. Hal ini dapat berpengaruh terhadap mobile phone yang memiliki spesifikasi lama. Selanjutnya, masalah lain dari penggunaan Auto Layout adalah perubahan versi OS yang tidak terduga, dimana Auto Layout memiliki perbedaan implementasi  di setiap versi iOS dan penggunaan UICollectionViewCell yang kerap sulit diatur tingginya pada sebuah halaman.

Berdasarkan pengalaman menggunakan Auto Layout, Samuel membagikan solusi yang digunakan oleh tim Tokopedia, yakni dengan mengadopsi Texture. Texture merupakan kerangka yang menggunakan UIKit, namun tidak menggunakan Auto Layout dan developmentnya menggunakan full coding.

Jika sesi pertama membahas seputar sudut pandang dari sisi teknis, maka sesi berikutnya akan dilanjutkan dengan membahas dari sudut pandang manusianya atau tim yang berada dibalik iOS. Tiara Freddy Andika selaku Principal Engineer – iOS menjelaskan bahwa Tokopedia mengadaptasi struktur organisasi tribe, dimana tribe ini terdiri dari lebih dari 20 anggota tim dengan fokus yang berbeda-beda.

Setiap tribe memiliki UI Designer dan Developer masing-masing, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya perspektif desain app yang berbeda yang kemudian berpengaruh terhadap alur pengembangan suatu fitur.

Untuk mengatasi itu, tim iOS membuat suatu kerangka yang bernama SharedUI, dimana ini adalah suatu kerangka yang dibuat dengan menggunakan Texture untuk menyediakan UI komponen untuk setiap aplikasi iOS Tokopedia. SharedUI dibuat dengan beberapa cara, yaitu dengan mengidentifikasi komponen berdasarkan penggunaan, behaviour, anatomi, dan penempatannya.

Sesi kedua membahas tentang kemampuan baru yang dapat diimplementasikan di Web, dan bagaimana tim Web Platform mengadopsinya. Sesi ini dibuka oleh pemaparan dari Dendi Sunardi, yang merupakan Engineering Manager Web Platform Tokopedia.

Dendi menuturkan bahwa di industri e-commerce, Web merupakan hal yang penting, karena sebanyak 35% pengguna menghabiskan waktunya di platform Web, baik itu mobile web atau desktop web. Apabila dibandingkan dengan Apps, sebanyak 51% pengguna tidak mengunduh aplikasi setiap bulannya, sehingga dari sini kita bisa melihat bahwa peluang web untuk berkembang masih sangat terbuka lebar.

Lantas, Bagaimana tim Web Platform Tokopedia dapat meningkatkan kemampuan Web atau Web capability? Penjelasan berikut ini dipaparkan oleh Irfan Maulana selaku Principal Engineer Web Platform.

Di Tokopedia, sudah banyak mengimplementasikan Web capabilities, yang pertama adalah service worker yang merupakan ‘tulang punggung’ bagi Web Tokopedia untuk menerapkan berbagai peningkatan secara progresif. Service worker memberikan kemampuan pada Web, salah satunya untuk melakukan penyimpanan sumber daya yang membantu mempercepat waktu muat bagi pengguna yang datang berulang kali.  Teknik ini juga membuka kesempatan bagi Tokopedia untuk menyajikan pengalaman berbeda ketika pengguna sedang dalam keadaan offline.

Berikutnya adalah push notification yang dapat membantu kita dalam mengirim pesan penting yang relevan dengan pengguna Tokopedia. Kemampuan push notification ini dapat menjadi pengganti bagi pengguna yang tidak memasang aplikasi Tokopedia di device mereka. Lalu, ada pula contact picker yang dapat membantu pengguna dalam menginput nomor handphone tanpa perlu mengetiknya lagi. Kemudian, ada pula WebShare API yang memungkinkan pengguna untuk membagikan satu pesan ke berbagai platform media sosial melalui dialog box, seperti yang biasa dijumpai pada aplikasi Native.

Sesi ini ditutup dengan penjelasan seputar Web capabilities yang sedang dalam tahap pengembangan oleh tim Web Platform Tokopedia, yakni Badging App Icon, Background Sync API, dan Web NFC. Kedepannya, START Summit Extension akan terus diadakan setiap bulannya sebagai komitmen dari Tokopedia yang merupakan perusahaan teknologi untuk memberikan wadah belajar bagi para talenta digital masa depan agar dapat berkontribusi dalam kemajuan industri teknologi di Indonesia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait