Epidemiolog: Anak Harus Diberikan Modul Tentang Covid-19

Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan bahwa masyarakat harus sudah mulai diajak dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Publikasi Katadata
15 Januari 2021, 15:54
Seorang anak sekolah dasar mengerjakan ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) dengan sistem daring dari kediamannya di Jalan Sersan Mesrul, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (16/12/2020). Pemkab Pamekasan kembali memberlakukan proses belajar mengajar melalui sis
ANTARA FOTO/Saiful Bahri/

Virus corona tak hanya menyerang orang dewasa saja. Anak-anak juga bisa terinfeksi COVID-19. Berbagai cara harus dilakukan demi mencegah penularan virus corona. Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan bahwa masyarakat harus sudah mulai diajak dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Dari awal, kelemahan penagan pandemi di kita adalah kita lupa ketahanan keluarga, masyarakat, itu penting sekali, yang suruh patuh, 3M, vaksinasi, masyarakat,” ucap Pandu dalam live Instagram Katadata bertema Cegah Penularan, Anak Harus Diberikan Modul Tentang Covid-19, Jumat (15/1).

Menurut Pandu, pada setiap penanganan wabah, komunitas itu garda terdepan. Edukasi kepada masyarakat soal Covid-19 seharusnya dilakukan sejak awal. Di dalam keluarga, ibu, ayah, dan anak punya peran yang penting.

Lantaran anak-anak tidak belajar di sekolah demi memutus rantai penyebaran Covid-19, cara lain untuk memberikan edukasi tentang virus corona kepada mereka, yaitu dengan memberi modul.

“Anak-anak kita sekarang enggak mendapat edukasi yang baik, karena enggak masuk sekolah. Walau daring, harus ada modul tentang Covid-19 yang diberikan. Dia jadi tahu dan memahami kalau di keluarga ada apa-apa, jangan semua dibebani ke orangtua,” jelas Pandu.

Hal serupa diucapkan oleh Mira Maulida selaku Koordinator Cluster Keluarga dan Anak Gerakan Pakai Masker. Dia setuju apabila anak diberikan modul tentang virus corona.“Modul pendidikan (tentang Covid-19) akan kami coba lakukan, agar murid mengetahui kondisi sekarang. Mereka punya role yang penting,” beber Mira.

Mira pun menyayangkan masih ada saja orang tua yang mengajak anak mereka pergi keluar rumah. Apabila hal ini terus terjadi, maka akan sulit untuk mengontrol penyebaran Covid-19, terutama di keluarga.

“Fakta yang kita hadapi saat ini, ada perilaku kontradiktif. Anak enggak boleh masuk sekolah, tapi masih jalan-jalan di mall, silaturahmi keluarga. Di sini sulit menerapkan perilaku 3M. Banyak kurang kesadaran dari semua pihak. Kami percaya kunci kesuksesan itu pencegahan,” ungkap Mira.

Meski kini vaksin untuk Covid-19 sudah ada di Indonesia, bukan berarti masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan. “Vaksinasi bukan solusi, protokol tetap kunci. Kalau pandemi ini masih banyak, mohon tidak membawa anak keluar. Hal seperti ini yang akan kita sosialisasikan,” pungkas Mira.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait