Keluarga Punya Peran Penting untuk Mencegah ODD Terpapar Covid-19

Penyebaran Covid-19 tidak memandang usia, namun golongan lanjut usia paling rentan terjangkit karena imun tubuh yang sudah melemah.
Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Publikasi Katadata
26 Februari 2021, 18:01
Warga lanjut usia (lansia) antre pembagian angpau dari Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/1/2021). Pembagian angpau kepada 1.500 lansia dengan memberlakukan sejumlah protokol kesehatan COVID-19 itu sebagai bentuk kepedulian
ANTARA FOTO/Aji Styawan/rwa.

Penyebaran Covid-19 tidak memandang usia, namun golongan lanjut usia paling rentan terjangkit karena imun tubuh yang sudah melemah. Pada umumnya para lansia mengalami dementia atau pikun seperti hilangnya memori dan kemampuan menilai. Sehingga dalam menjalani protokol kesehatan, Orang dengan Demensia (ODD) akan cenderung sering lupa mencuci tangan atau memakai masker.

Menghadapi situasi tersebut, Direktur Eksekutif Alzheimer Indonesia, Michael Dirk Maitimoe, menyarankan keluarga dan pengasuh untuk sering memberikan contoh kepada ODD, sehingga mereka terbiasa dalam melakukan protokol kesehatan.

“Ketika kita ingin mengajarkan pada ODD, kita yang harus mencontohkan pada mereka. Terkadang ada ODD yang tidak mau, tapi kita harus mengingatkan, misal dengan ajak cuci tangan bareng,” ucapnya pada Katadata Virtual Series Live Instagram ‘Orang dengan Dementia Rentan Terpapar Covid-19’ pada Jumat (26/2).

Selain mengajak para ODD menjaga protokol kesehatan, tidak lupa untuk membuat mereka tetap beraktivitas. Tujuannya agar tidak merasa bosan, stres, dan sendiri sebab di masa pandemi ini lansia perlu menjalani karantina yang ketat mengingat imun mereka yang lemah.

Michael mengatakan, aktivitas yang perlu dijalani seperti rajin olahraga, menyalurkan hobi, hingga melakukan kegiatan yang sedang digemari. Dari sisi psikologis, depresi dan kesendirian membuat otak jadi tidak aktif. Maka aktivitas dan olahraga sangat diperlukan ODD untuk melatih otak dan menjadi lebih sehat.

“ODD ini menyerang ke memori daya ingat, maka kita selalu berupaya mereka punya aktivitas rutin supaya fungsi lainnya tetap terjaga dan berfungsi, seperti meraba, mengecap. Otak yang sehat itu kan perlu dilatih,” jelas Michael.

Mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang pun diperlukan oleh ODD untuk menjaga imunitas tubuh. Supaya mempunyai keterlibatan, tidak ada salahnya keluarga atau pengasuh mengajak mereka masak bersama. Tanyakan menu makanan yang mau dimasak, sehingga mereka terlibat dalam mengambil keputusan dan menjaga kemampuan menilai.

Ada satu hal lagi yang dibutuhkan ODD saat menjalani karantina, kata Michael, yaitu mereka membutuhkan komunikasi. Hal ini tentu saja berkurang selama pandemi, waktu berkumpul dengan kerabat atau keluarga menjadi berjarak dan terbatas. Bila ODD lama tidak berkomunikasi dengan orang terdekatnya, tidak menutup kemungkinan akan mengalami kesepian.

“Kami anjurkan ke keluarga, luangkan waktu untuk komunikasi lewat telepon atau video call. Ini untuk menghindari loneliness pada ODD yang bisa berujung depresi,” pungkasnya.

Editor: Doddy Rosadi

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait